Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 September 2014

Critical analysis of the chapter “Succeeding” from the Corner Office (Part 1)

Bismillah,

This is what I have learned after reading "Corner Office" book. In my opinion its a good book, many insights from successful people.

The theory of modern management has been developing in the last decade. Many books are discussing about leadership and what are the qualities needed to be a good leader. This book “The Corner Office” is derived from the author’s interviews with more than seventy CEOs and other top executives at large companies, small companies, nonprofit organizations, and educational and artistic institutions. The book is organized into three parts : “Succeeding”, “Managing”, and “Leading”. In part one of the book, “Succeeding”, the author points out that there are several qualities that successful CEOs shared, which are passionate curiosity, battle-hardened confidence, team smarts, a simple mindset, fearlessness, and preparation, patience, and obstacle courses. This essay will emphasize in three of these qualities which are team smarts, simple mindset, and fearlessness.

Team smarts is really important for businesses to move forward. In the recent business world where the competition is getting stronger and stronger, the pace of business is getting faster and faster. Collaborative work is increasingly needed to make the business keep up and overcome the competition. In such collaborative environment, team smarts is an essential skill. Quoting from the book, “Team smarts is about having good peripheral vision for sensing how people react to one another, not just how they act.”

In my experience, when I was assigned to the Bank’s branch to supervise a team of customer service and tellers, I understood why team smarts is important. My team consist of senior worker who have been working there for more than 5 years, while I was just graduating college. Even though I received training for about one year, it didn’t really change how people underestimated me, a new kid on the block. I realized that I need to win them over. I used personal approach by eating lunch together, having a personal conversation about family and life or even visit their family. I also used professional approach by regularly holding a meeting to get feedback from them on how to solve the problems in the branch or simply to congratulate if one of our team members achieve their targets. I wanted them to be a part of the team and be recognized by their team members. A good atmosphere of team work and collaboration can really made a difference. When I was first assigned there, the branch was the worst branch in the area in terms of service and profitability. But, in two years, we were the best branch in service excellence and the most profitable branch in the area.

The second quality I want to discuss is a simple mindset. Simplicity, to get the core points of things is not easy. “Simplicity is the ultimate sophistication,” said Leonardo da Vinci. And in words attributed to Mark Twain (and many others), “I didn’t have time to write a short letter, so I wrote a long one instead.” The era of Internet where you can find any information you want, puts a greater premium on the ability to synthesize, to connect dots in new ways, and to ask the simple, smart question that leads to an untapped opportunity.

Learning from Microsoft’s case, sometimes the problem is complexity. Software that was full of features but getting too complex to be used properly. Microsoft success was that Microsoft can simplify complex software to become user friendly and easily used, without removing important feature of the software. Microsoft software is widely used in the world because of its simplicity and its user-friendliness.

The last quality I want to highlight is fearlessness. I found a quote from the book that I think is interesting. “One of the things that I characterize as fearlessness is seeing an opportunity, even though things are not broken,” said Ursula Burns of Xerox. In my opinion this is the hardest thing to do, when things are good, it is really difficult to change for the better. This is where fearlessness is necessary to make continuous improvement even when things are good. The business world is ever changing, so company should always improve their ways if they want to keep surviving in the business.

Nokia’s case is the best example of this. A decade ago, Nokia was an unknown company. Nokia had been the best in the mobile phones business, defeating electronics giants such as Motorola and Ericsson, but almost disappearing in today’s era of smartphones. Ollila, was a fearless CEO. Nokia had established a brand in digital phone and GSM, left the rubber business. Nokia experienced huge success. Nokia kept innovating by selling different kinds of phones to different people. In the peak of Nokia’s success, three out of every ten mobile phones sold around the world, convincingly trumping other competitors. But, with the addition of competitors such as Samsung and Apple with their Smartphones, and the change in the market, Nokia are losing their market share. Many analyst said that Nokia believed in their ways of success by making simple, fashionable phones without too many features. But, the market had changed, people are craving for more and more feature. People are more interested in technology rather than fashion. Nokia had lost its fearlessness to change and lost its position in the digital phone business.

As a conclusion, there are at least three qualities that many great CEOs shared which is team smarts, a simple mindset, and fearlessness. With team smarts quality, they can manage people to be collaborative and productive. A simple mindset is important to see what is important and essential that opens the door to opportunities. Fearlessness, the courage to change for the better even when things are not broken, will ensure the stability of the business to win the competition.

Kamis, 16 Mei 2013

Lesson of the day

Bismillah,
Hari ini luar biasa, penuh dengan pelajaran berharga. Pagi pagi di motor tiba tiba terlintas di pikiran "ketika kita berfokus pada penghargaan terhadap diri sendiri maka kita akan lebih mudah untu melihat kekurangan atau kesalahan orang lain terhadap kita. Ketika kita fokus untuk menghargai orang lain maka kita bisa lebih mudah untuk melihat kesalahan kita terhadap orang lain."
Astaghfirullah...
Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tua ku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di masa kecilku.
Semoga aku menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih menghargai orang lain dan selalu memperbaiki diri. Aamiin.

Pelajaran hari ini yang kedua:
"Jangan pernah membandingkan orang yang satu dengan orang yang lain. Masing masing orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lebih baik jika melihat seseorang secara utuh dan berusaha mengoptimalkan kelebihannya."
Setiap kita memiliki kelebihan dan keunikan sendiri yang membuat kita berbeda dari orang lain. Perbedaan inilah yang dapa membuat kontribusi yang berarti untuk orang lain.
Semoga kita bisa menjadi "the Best of who we are" dan dapat memberikan kontribusi terbaik kita kepada dunia. Aamiin.

Jumat, 01 Maret 2013

Resensi buku "DNA Sukses Mulia"

Bismillah,

Buku DNA Sukses Mulia yang ditulis oleh Farid Poniman, Indrawan Nugroho, dan Jamil Azzaini melanjutkan buku sebelumnya "Kubik Leadership" dengan memberikan panduan yang lebih teknis mengenai bagaimana caranya menggapai kehidupan Sukses Mulia.

Buku ini menjelaskan mengenai 5 Modus Sukses Mulia, yaitu kebiasaan yang perlu diulang-ulang jika kita menginginkan kehidupan Sukses Mulia. Setiap 5 Modus tersebut didetailkan secara teknis dalam 3 irama yaitu pacing, sprint dan marathon.
Modus-modus tersebut antara lain :
1. Asah pilihan,
2. Aktifkan daya pancar,
3. Pacu mesin,
4. Nikmati masalah,
5. Tabung Epos.

Penjelasan dalam buku ini teknis dan dapat langsung dipraktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Untuk lebih detailnya silahkan dibaca bukunya.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Rabu, 19 September 2012

Hidup Sukses Mulia

Bismillah,

Belajar dari Seminar Sukses Mulia by Pak Jamil Azzaini... Terima kasih ilmunya Pak Jamil.

Untuk hidup sukses mulia kita perlu untuk memiliki 3 hal :
1. Expert
2. Asset
3. Epos (Energi Positif)

Jika diibaratkan dengan balapan formula 1, maka untuk menang kita perlu memiliki 3 hal :
1. Sopir yang handal
2. Mobil formula 1 yang terhebat
3. Bahan bakar super

Expert : kita harus mengetahui, mencintai dan menguasai yang kita lakukan. Sampai pada ketika orang memanggil nama kita, orang membayangkan sesuatu. Misalnya Michael Jordan diasosiasikan dengan basket, BJ Habibie dengan pesawat terbang, dst begitu banyak orang-orang hebat yang menjadi expert di bidang tertentu. Kita tidak perlu untuk menjadi expert dalam semua bidang, tapi kita perlu untuk menekuni 1 bidang tertentu sampai kita expert dalam bidang tersebut. Apa yang kira-kira akan terbayang ketika orang memanggil nama kita?

Asset : Selain menjadi seorang expert, kita perlu untuk melakukan segala sesuatu dengan benar. Kita harus melakukan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas adalah bukti kesyukuran kita atas asset (anugrah Allah) yang diberikan kepada kita berupa asset fisik, asset kecerdasan dan asset hati.

Epos : Energi positif. Seperti hukum alam yang lain seperti gravitasi, hukum kekekalan energi berlaku untuk siapa saja. Jika kita menanam hal yang negatif, kita pasti akan mendapatkan balasannya, begitupun jika kita melakukan kebaikan, maka kebaikan pun akan kembali kepada kita.
Usaha (positif/negatif) = Hasil Usaha (positif/negatif) + Tabungan (positif/negatif) + DP (positif/negatif)
Jadi jangan khawatir jika kita melakukan usaha kebaikan, tapi belum ada hasilnya, karena kita memiliki tabungan kebaikan yang besar dan dapat dicairkan jika kita membutuhkan.
Sebaliknya khawatirlah jika usaha kita lebih kecil daripada hasil usaha. Mungkin kita mendapatkan DP yang suatu saat harus kita kembalikan.

Kesimpulannya : jadilah seorang expert dalam bidang yang kita cintai. Syukurilah asset yang telah diberikan Allah berupa asset fisik/metafisik, aset kecerdasan dan asset hati dengan melakukan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Terakhir, perbanyaklah melakukan kebaikan. Satu-satunya usaha yang tidak mungkin rugi adalah usaha kebaikan karena di dunia akan dibalas dengan kebaikan yang sama dan di akhirat akan mendapatkan balasan yang terbaik. Aamiin.

Semoga kita bisa menjadi pribadi sukses mulia yang memberikan sebanyak mungkin manfaat bagi sesama.

Semoga bermanfaat.








Selasa, 10 Juli 2012

Change

Bismillah,

Change, from Wikipedia, is "The Process of Being Different. Biasanya perumpamaan yang bagusnya adalah metamorfosis ulat menjadi kupu kupu.
"Change is the essence of life. Be willing to surrender what you are, for what you could become". Perubahan adalah tanda bahwa kita hidup, tumbuh dan berkembang, menerima apa adanya kita saat ini untuk tumbuh menjadi kita yang lebih baik. Hari ini harus lebih baik daripada kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.
Tidak ada sesuatu yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.
"Change" akan tetap terjadi, tidak peduli anda suka atau tidak.
"Change" mungkin tidak menjadi lebih baik, tetapi tanpa "Change" tidak akan menjadi lebih baik.
 Kunci utama perubahan adalah Motivasi dan Keinginan.

Model perubahan :
- Kenali diri sendiri, kebiasaan dan tingkah laku kita. Kesenangan dan ketidaksenangan, kebutuhan kita, apa yang paling memotivasi kita
- Putuskan, untuk bertindak dan berubah
- Belajar, carilah guru, tools, model yang terbaik
- Lakukan bertahap, sedikit demi sedikit, terus menerus, setiap hari mulai dari hal terkecil
- Berlatih, setiap hari sampai menjadi bagian dari hidup kita
- Disiplin dan konsisten untuk terus melakukan perubahan tersebut

Untuk meningkatkan motivasi kita untuk konsisten, kita dapat melakukan hal-hal sbb :
1. Buat visi yang menarik dan berarti untuk kita. Sesuatu yang kita dapatkan atau manfaat dari melakukan perubahan tersebut
2. Cari model, orang yang telah berhasil melakukan perubahan tersebut. carilah tools terbaik
3. Coba cek jika ada kontroversi dalam keinginan kita, misalnya ingin kurus tapi ingin makan yang banyak, atau ingin kaya tapi tidak mau kerja. Kontroversi itu akan melamahkan motivasi kita dan menghabiskan kekuatan kita. Carilah fakta yang mendukung pemahaman kita tersebut, mana yang lebih logis dan benar. Misalnya ingin kay tapi tidak mau usaha, apakah logis? Cari sebanyak mungkin bukti yang mendukung supaya kita benar-benar yakin akan pemahaman kita.

Let's take action and make a difference.

Semoga bermanfaat





Kamis, 28 Juni 2012

victim vs player

Bismillah,

Sharing sedikit mengenai mindset victim vs player. Dalam setiap permasalahan, kita sebenarnya bisa memilih melihat dari sudut pandang apa, victim atau player. Victim selalu melihat permasalahan pada orang lain, lebih memilih untuk tidak berdaya / tidak bertanggung jawab terhadap permasalahan tersebut, atau merasa orang lain yang seharusnya begini / begitu dan berfokus pada siapa yang benar siapa yang salah. Apakah sudut pandang seperti ini dapat menyelesaikan masalah?

Di lain pihak, seorang player, merasa terpanggil untuk menyelesaikan permasalahan. Player merasa bertanggung jawab untuk memberikan solusi atas suatu masalah. Player yakin bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Tapi, apakah kita dapat selalu setiap saat menjadi seorang Player?
Kemampuan kita dan ijin dari Allah lah yang dapat menjawabnya. Semoga semakin banyak orang yang memilih untuk menjadi Player, sehingga diberikan kekuatan olehNya dan diijinkan untuk membuat perubahan menuju yang lebih baik. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Semoga kita dapat melebihkan kebaikan hari ini demi masa depan yang lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 25 Mei 2012

Creating Lasting Change (belajar dari Tony Robbins)

Bismillah,

(dari Youtube : Creating Lasting Change, The Seven Master Steps, to Maximum Impact)
Dalam mengupayakan perubahan yang bertahan lama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kebutuhan utama manusia. Six human needs :
1. Certainty : stability & comfort, kebutuhan untuk kepastian dan kenyamanan
2. Variety : stimulus & change, kebutuhan untuk variasi dan perubahan
3. Significance : feel special & worthy of attention, kebutuhan untuk merasa spesial dan diperhatikan
4. Love & Connection : love & belong, kebutuhan untuk mencintai dan hubungan
5. Growth : develop & expand, kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang
6. Contribution : give beyond yourself, kebutuhan untuk memberi untuk orang lain

Dalam membuat keputusan, setiap orang akan dipengaruhi oleh 2 hal :
1. Kebutuhan utama yang mana yang paling diprioritaskan dan dianggap paling penting
2. Apa yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut

Jika kita dapat mengerti 2 hal tersebut kita dapat lebih memahami cara berfikir orang tersebut dan mengerti dunia mereka.

Setelah memahami hal tersebut, tahap selanjutnya adalah bagaimana kita membuat perubahan itu sendiri. Terdapat 7 Master Steps dalam membuat perubahan yang bertahan :
1. Understand and appreciate their world, apa yang mereka butuhkan, nilai-nilai apa yang paling penting, kepercayaan apa yang mereka miliki, apa yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
2. Create a base and get leverage,
3. Interrupt limiting patterns,
4. Define the problem in solvable terms,
5. Create new empowering alternatives,
6. Condition the new decision,
7. Relate to highest goals and relationships,

Tahapan tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk melakukan perubahan di diri kita sendiri. Pertama, kita harus dapat mengenali diri kita sendiri, nilai-nilai yang penting untuk kita, bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan kita. Kemudian kita harus mengenali apa yang menghambat kita selama ini (kalo dari Kubik Leadership istilahnya kotak korek api dan rantai gajah yang kita miliki, Limiting patterns yang kita miliki dan lakukan). Kita harus dapat menghacurkan limiting patterns tersebut dan menggantinya dengan yang lebih baik (empowering beliefs / patterns). Setelah itu kita perlu mendefinisikan permasalahan yang kita miliki dalam bahasa yang aktif, di mana fokusnya adalah pada apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Buatlah keputusan alternatif terbaik untuk menyelesaikan permasalahan. Kondisikan keputusan tersebut supaya kita dapat konsisten menjalankan keputusan tersebut. Hubungkan keputusan tersebut dengan hasil yang akan kita dapat dengan menjalankan keputusan tersebut dengan konsisten.
Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Lets take action and make a difference.
 

Semoga bermanfaat.

Senin, 21 Mei 2012

Six Thinking Hats


Bismillah,

Sharing dari Youtube (Six Thinking Hats by Edward the Bono)
Dalam menyelesaikan masalah, terkadang yang perlu dilakukan adalah menempatkan sesuatu (Rearranging things) sedemikian rupa sehingga lebih mudah, simple dan efektif untuk diselesaikan. How we put things made it easier to deal with it.
Dalam proses berfikir terkadang kita belum memanfaatkan pikiran kita secara optimal. Sering kali pikiran kita tidak fokus atau malah terlalu fokus melihat permasalahan hanya dari 1 sudut pandang saja.
Edward De Bono menggunakan framework Six Thinking Hats untuk mengarahkan proses berfikir menjadi lebih simple dan efektif. Six Thinking Hats sebenarnya adalah memfokuskan pikiran kita untuk melakukan proses berfikir yang spesifik satu per satu. Six Thinking Hats merupakan simbol 6 topi yang menjadi framework untuk setiap proses berfikir :
1. White hat : merupakan framework untuk menggali informasi, direct focus on information. Informasi apa saja yang tersedia, informasi apa yang dibutuhkan dan informasi apa yang belum tersedia serta bagaimana kita mendapatkan informasi tersebut.
2. Red hat : merupakan framework untuk emosi, intuisi, pengalaman, gut feeling dll. Tidak memperdulikan benar atau salah, Red hat mengedepankan perasaan terhadap permasalahan.
3. Black hat : merupakan framework yang menjaga dari bahaya, mengedepankan hati-hati, risk assessment, penilaian terhadap kecocokan nilai, budaya dll. Menggali alasan kenapa sesuatu itu berbahaya, tidak perlu dilakukan, menghentikan kita dari melakukan sesuatu yang berbahaya.
4. Yellow hat : merupakan framework untuk logical positif yaitu alasan kenapa kita perlu melakukan sesuatu. Mengedepankan benefits, values, bagaimana membuat sesuatu berguna dst. Kita perlu mengembangkan value sensitivity (peka terhadap nilai positif dari sesuatu) untuk menggunakan dan mengembangkan yellow hat dengan baik.
5. Green hat : merupakan framework untuk kreatif, mengedepankan ide-ide baru, alternatif yang bisa dilakukan, dan yang paling penting adalah possibility (kemungkinan bisa dilakukannya segala sesuatu).
6. Blue hat : merupakan framework kunci yang mengatur semua framework di atas. Mengedepankan proses berfikir itu sendiri, proses pengambilan keputusan, hasil, serta langkah berikutnya yang akan diambil. Blue hat menganalisa permasalahan serta menggunakan framework yang ada untuk menyelesaikan permasalahan.

Kesimpulannya : six thinking hats adalah alat yang dapat digunakan untuk mengarahkan proses berfikir menjadi lebih efektif. Akan tetapi, efektifitas dari alat tersebut sangat tergantung dari skill penggunanya. Semoga bisa semakin memperkaya wawasan kita dan dapat mengembangkan proses berfikir kita menjadi lebih baik.

Kamis, 26 April 2012

Belajar

Bismillah,

Sebenarnya bagaimana cara kita belajar? Apa yang menyebabkan kita belajar dan menguasai hal/keahlian baru? Apakah karena diajarkan?
Belajar sebenarnya adalah menghubungkan antara yang belum kita ketahui (sesuatu yang mau kita pelajari) dengan yang telah kita ketahui. Setelah itu tergantung dari kemauan dan kesungguhan belajar kita. Jika kita telah belajar sesuatu tapi tidak pernah digunakan, tidak pernah dilatih, maka keahlian kita terhadap sesuatu akan menurun atau bahkan hilang.
Mana yang lebih penting, yang mengajarkan atau yang dipelajari? Terkadang kita sering terjebak hanya bisa belajar dengan baik jika gurunya/ bukunya/ metode belajarnya/ dll sesuai dengan keinginan kita. Padahal sebenarnya yang dipelajari itu sendiri yang lebih penting dibandingkan siapa yang mengajarkan. Jika kita memang sungguh-sungguh dan ingin belajar maka akan mencari ilmu tersebut dari berbagai sumber. Belajar adalah proses yang aktif. Tidak ada yang bisa memaksa seseorang untuk belajar sesuatu jika orang tersebut tidak mau belajar. Dan sebaliknya tidak ada yang bisa menghalangi orang untuk belajar jika orang tersebut memang sungguh-sungguh ingin belajar.
Belajarlah, lalu gunakan ilmu tersebut untuk kebaikan sesama dan ajarkanlah ilmu tersebut agar berkembang dan lebih bermanfaat lagi.

Semoga bermanfaat...

Kamis, 19 April 2012

Kejujuran itu..

bismillah,
beberapa hari ini berturut" ada aja contact yg nge-ping! "mau nanya sesuatu" katanya, hihihihi jd berasa "sesuatu" deh :p
pagi ini temanya ttg kejujuran, salah seorang sahabat yg bekerja sebagai pe-en-es di dinas tertentu di daerah tertentu, curhat.. intinya beliau sedang galau, di dinasnya ada kebiasaan membagi" sisa budget, entah yg tidak terpakai, atau memang yg sengaja di mark-up!

kenapa galau? karena beliau org baik tp berada di lingkungan yg tidak baik..

sedih yaaa, sering saya berfikir kapan majunya negara ini, pemerintahannya dr kalangan elit sampe ecek" melegalkan ketidakjujuran.. *sigh*

"yg kaya gitu udah biasa lagi rie di pe-en-es, serba salah juga, kalo ga diabisin anggarannya nanti dikurangin, kalo temenlo ga ikutan, nanti dikucilin sama temen"nya, dan dijegal, susah buat naik jabatannya entar" tanggapan seorang teman diskusi saya di sekolah anak".

*tarik nafas* saya berharap bisa membuat peradaban baru, dimana hanya ada manusia jujur di dalamnya, dimana tidak perlu ada lagi pembenaran" thd korupsi" kecil yg pasti akan naik menjadi korupsi besar. minimal di keluarga kecil kami sendiri dulu. semangaaaaat abiiiiii!!!

ps. doa saya selalu untuk orang" baik, termasuk sahabat saya yg sedang galau tadi, saudara dan teman" dimanapun mereka berada, semoga selalu menjadi orang baik, dijauhkan dr godaan syaitan yg terkutuk. aamiin..


Rabu, 18 April 2012

Try this at home

Bismillah,

Terinspirasi dari Dr Joe Marshala di Youtube...

Please try this at home...
Cobalah mengangkat barbel (atau apapun). Cobalah mengangkat beberapa kali untuk mendapatkan standar berat barbel. Lalu lakukanlah beberapa percobaan berikut :
1. Sebelum mengangkat coba memikirkan dan mengucapkan kejelekan diri sendiri, misalnya "aku jelek", "aku ga bisa apa apa", "aku selalu gagal", "aku tidak berguna", dst... (Tapi jangan keterusan ya karena berbahaya untuk kesehatan). Setelah memikirkan dan mengucapkan kata-kata tersebut di atas, cobalah untuk mengangkat barbel tersebut. Apakah barbel tersebut menjadi lebih berat dan lebih sulit diangkat?
2. Sebelum mengangkat coba memikirkan dan mengucapkan kelebihan diri sendiri, misalnya "aku cakep/ganteng/cantik", "aku pasti sukses", "aku kuat", "aku pintar", dst... (Kalo yang ini boleh keterusan, tapi jangan jadi sombong ya). Setelah memikirkan dan mengucapkan kata-kata tersebut di atas, cobalah untuk mengangkat barbel tersebut. Apakah barbel tersebut menjadi lebih ringan dan lebih mudah diangkat? 
3. Sama seperti no. 1, tapi coba untuk memikirkan dan mengucapkan kejelekan orang lain ("Dia jelek", dll). Untuk kepentingan percobaan siapa aja boleh. Setelah memikirkan dan mengucapkan kata-kata tersebut di atas, cobalah untuk mengangkat barbel tersebut. Apakah barbel tersebut menjadi lebih berat dan lebih sulit diangkat?
4. Sama seperti no. 2, tapi coba untuk memikirkan dan mengucapkan kelebihan orang lain ("Dia hebat, dll). Untuk kepentingan percobaan siapa aja boleh. Setelah memikirkan dan mengucapkan kata-kata tersebut di atas, cobalah untuk mengangkat barbel tersebut. Apakah barbel tersebut menjadi lebih berat dan lebih sulit diangkat?

Apakah berat barbelnya yang berubah? Ataukah kekuatan kita yang berubah tergantung dari pikiran dan perkataan kita?

Kesimpulannya: Berpikir dan berkata positif terhadap diri kita sendiri dan/atau orang lain akan membuat kita lebih kuat. Jadi, perbanyaklah berpikir dan berkata positif. Tapi bukan berarti kita melupakan atau mengabaikan realita. Realita harus dilihat sebagaimana adanya, baru setelah kita mengetahui titik permasalahannya, kita melakukan pendekatan dengan cara/pikiran/tindakan yang positif.

Semoga bermanfaat dan menjadikan hidup lebih indah.




Rabu, 11 April 2012

Menggunakan Self Talk

Bismillah,

Ternyata jika kita perhatikan, kita lebih banyak mendengarkan pembicaraan dengan diri kita sendiri (self talk) dibandingkan pembicaraan dengan orang lain. Bahkan pada saat kita berbicara dengan orang lain pun, kita masih berbicara dengan diri sendiri. Misalnya ketika orang berbicara, kita terkadang berbicara dengan diri sendiri mengenai kesan kita terhadap orang tersebut, atau kita berbicara dengan diri sendiri mengenai pendapat kita apakah kita setuju atau tidak dengan yang dibicarakan, dan lain sebagainya.
Jika kita selalu berbicara dengan diri sendiri, maka sebenarnya perasaan yang kita alami adalah karena self talk yang kita lakukan (perkataan kita sendiri), bukan karena perkataan orang lain. Jika kita dihina orang, secara default kita akan mengatakan kepada diri kita sendiri untuk marah, tersinggung, bete dan perasaan buruk lainnya. Bila kita ubah self talk yang kita lakukan menjadi positif, misalnya "tidak ada penghinaan orang yang akan merendahkan diri kita jika kita tidak merendahkan diri sendiri", atau jika kita berbuat kesalahan kita mengatakan kepada diri kita "kesalahan adalah langkah awal menuju keberhasilan selama kita terus berusaha lebih baik" dan self talk positif lainnya yang bisa kita lakukan supaya respon tindakan yang kita lakukan lebih baik.
Semoga dengan mengkondisikan self talk yang kita lakukan menjadi positif, kita menjadi lebih semangat untuk menjalani hidup, lebih bahagia dan lebih bersyukur atas semua Nikmat Nya.
We deserve to be happy :-)

Inspired by DR. Joe Marshala, Repeatlessness (sumber : youtube)

Senin, 12 Maret 2012

Mari bersyukur

Bismillah,

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah. Tetap jalani hidup ini mlakukan yang terbaik. Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya. Untuk hambanya yang sabar dan tak pernah putus asa.
Walau terkadang hidup kita masih belum sesuai seperti yang kita inginkan, hidup adalah anugrah. Mensyukuri apa yang kita memiliki memantaskan kita mendapatkan yang belum kita miliki.
Tetap semangat.

Senin, 05 Maret 2012

Ikhlas

Bismillah,
Ternyata memang niat untuk melakukan sesuatu jangan transactional (melakukan untuk mendapatkan). Ketika perbuatan dilakukan karena transactional akan lebih mudah muncul kekecewaan dan menuntut dr orang lain. Misalnya jika kita mencintai dengan harapan untuk dicintai, maka kita akan fokus mempertanyakan apakah kita dicintai? Mengapa yang kita cintai tidak melakukan ini itu sesuai harapan kita? contoh lain dalam bekerja. kita jadi menghitung pekerjaan kita, seharusnya dinilai bagus, tapi kok? Mengapa begini begitu yang tidak sesuai harapan kita?
Pertanyaan tersebut muncul karena sudut pandang kita transactional. Padahal sebenarnya segala sesuatu adalah sebab akibat. sudut pandang transactional menjadikan kita fokus pada akibat. seandainya kita lebih fokus untuk meningkatkan sebab, pasti akibat baik yang kita terima pasti lebih banyak.
Untuk fokus pada sebab, kita memerlukan sudut pandang ikhlas, dimana kita berusaha terus semaksimal mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Sang Maha Membalas. Semoga dengan ikhlas dan sabar kita bisa melakukan lebih banyak hal baik yang menjadikan kita pantas untuk akibat baik.    

Minggu, 04 Maret 2012

Apa kebutuhanmu?

Bismillah,

Menurut Tony Robbins, ada 6 kebutuhan dasar manusia :
1. Certainty : stabilitas dan kenyamanan
2. Variety : stimulus dan perubahan
3. Significance : merasa spesial dan mendapat perhatian
4. Love & connection : cinta, koneksi dan hubungan dengan orang lain
5. Growth : tumbuh dan berkembang
6. Contribution : memberi di luar diri sendiri

Dalam melakukan segala sesuatu sebenarnya kita selalu mengevaluasi 2 pertanyaan utama :
1. Kebutuhan mana yang paling penting untuk kita?
2. Bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan tersebut?

Jawaban kita tersebut sangat bergantung pada bagaimana kita mempersepsikan dunia kita, apa yang kita percayai, nilai yang kita punya, dan pilihan yang kita buat untuk memenuhi kebutuhan kita.

Jadi jika kita belum puas dengan kondisi saat ini, maka ada sesuatu yang kurang pas. Mungkin ada kepercayaan yang kita buat-buat sehingga membatasi kita, atau ada yang kurang pas dalam cara pandang kita melihat segala sesuatu.

Masa lalu sudah berlalu, mari kita jadikan pelajaran.
Masa depan belum terjadi, maka jangan terlalu dikhawatirkan.
Masa kini adalah fokus kita. So, take action and make a difference in our lives.

Semoga bermanfaat. 

Sabtu, 25 Februari 2012

Nilai dan Keyakinan (Values & Beliefs)

Bismillah,

Berhati-hatilah dengan nilai pribadi kita dan hal-hal yang kita yakini karena nilai dan keyakinan ini adalah motor penggerak perilaku kita. Terutama dengan hal-hal kita yakini yang terbentuk karena pengalaman kita. Jangan sampai kegagalan dan kesalahan yang kita lakukan menjadikan kita meyakini bahwa kita tidak mungkin sukses.
Kegagalan dan kesalahan adalah hal yang pasti. Untuk berhasil dan sukses pasti melalui tahap kegagalan. Yang perlu diperhatikan adalah sikap yang benar dalam menghadapi kegagalan. Kita lihat Thomas Alfa Edison yang mengalami ribuan kegagalan sampai akhirnya menemukan bahan yang tepat untuk membuat lampu. Kita lihat juga bagaimana kisah hidup Bill Gates, Steve Jobs, Chrysler dan orang-orang hebat lainnya yang menemui kegagalan/kesulitan yang malah membuatnya lebih sukses. Kegagalan dan kesalahan bbukan untuk ditakuti tetapi untuk diperbaiki. Dan ternyata dari pengalaman orang-orang sukses, kegagalanlah yang sebenarnya membuat mereka sukses.
Kalau kegagalan itu pasti, berarti kesuksesan itu juga pasti. Dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik setiap kegagalan pasti ada kesuksesan. Tapi, Allah tidak akan merubah nasib seseorang jika orang tersebut tidak mngusahakan nasibnya sendiri.
Jadi kalo gagal, coba lagi, gagal lagi, coba lagi dengan cara yang lain, gagal lagi, coba lagi dengan cara yang lebih keras, lebih cerdas, lebih ikhlas. Selama kita terus mencoba, tidak mungkin gagal. Tapi mencoba pun memerlukan tools dan strategi yang tepat. Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan adalah ikuti jejak orang-orang sukses. "Success leaves clue". Kesuksesan meninggalkan jejak. Pelajarilah pengalaman mereka, pelajarilah kegagalan mereka. Meniru orang sukses supaya kita tidak "reinventing the wheel".
Jadi segeralah melakukan yang baik dan jika gagal/salah perbaiki :-) Yakinlah jika kita selalu mencoba yang terbaik, pasti akan berhasil.
Semoga kita menjadi orang baik yang diijinkan Allah untuk lebih bermanfaat bagi kebaikan banyak orang. Aamiin.

Tersenyumlah

Bismillah,

Semoga dengan catatan ini kita bisa saling mengingatkan :-)

Dalam hidup kita, pasti akan muncul permasalahan", ada yg besar ada yg kecil. ternyata yang paling penting adalah bukan masalahnya, tp bagaimana kita menyikapi masalah tersebut, karena ternyata bukan kita saja yg mempunyai masalah, mungkin ada ribuan bahkan jutaan orang yg memiliki masalah yg sama atau bahkan lebih berat dr masalah kita.

yg paling penting adalah apakah kita meyakini, dari mana dan untuk apa masalah itu datang. yang pasti, Allah itu tidak akan memberi masalah melebihi kemampuan kita dan tidak ada maksud Allah untuk selain memuliakan kita.
cara kita memandang masalah tergantung dari evaluasi yg kita lakukan melalui pertanyaan" yg kita buat sendiri. pertanyaan seperti: "mengapa ini terjadi padaku?", "salah apa aku hingga mendapatkan masalah ini"?, "mengapa Allah memberikan cobaan berat ini?", "apakah aku sanggup menghadapinya?". pertanyaan" ini akan melemahkan dan membuat kita ragu thd kemampuan diri kita sendiri.

bagaimana jika kita melihat dr cara yg berbeda, jawaban utamanya 2 hal di atasa yg harus kita pegang: bahwa Allah mengetahui kemampuan kita dan tdk akan memberi masalah di atas kemampuan kita. dan bahwa Allah akan selalu memuliakan kita.

jadi, pertanyaan yg dibuat, sebaiknya berfokus bagaimana caranya untuk meyelesaikan masalah, seperti: "apa yg bs aku lakukan utk menyelesaikan masalah ini?", "apa hikmah yg bs aku pelajari?" "kemampuan apa yg bs aku miliki?", "apa yg bs aku nikmati dr masalah ini?",dan pernyataan positif lain.

dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan dlm setiap episode kehidupan pasti ada sedih dan bahagia. fokuslah pada yg membahagiakan agar hidup kita bahagia. bahagia itu adalah pilihan dan org yg bahagia lebih mudah untuk menyelesaikan masalah dlm hidupnya, karena dia fokus pada yg baik.

apapun yg terjadi dlm kehidupan kita setialah pd yang baik, karena Allah pasti akan memberikan balasan untuk setiap kebaikan yg kita lakukan. tersenyum saja sudah merupakan kebaikan, apalagi kalau kita bs melakukan hal" baik yg lebih besar dan menyelesaikan masalah kita dg tetap tersenyum.

jadi tersenyumlah :)

Selasa, 21 Februari 2012

Konsistensi

Bismillah,

Ternyata menjadi konsisten memang sangat sulit... WlauDari pengalaman, ada beberapa hal yang membuat konsisten begitu sulit :
- Rutinitas lain yang menyita waktu dan pikiran
- Tidak ada waktu
- Cape, lemah, letih, lesu
tapi mungkin paling penting, jika kita sulit konsisten melakukan sesuatu, maka mungkin sesuatu tersebut kurang berarti bagi kita. Ada 2 hal yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu : ingin mendapatkan kesenangan/kebahagiaan dan/atau menghindari rasa sakit. Keputusan kita untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu mungkin tergantung dari peperangan 2 hal ini, mana yang lebih dominan.
Ingin membuat blog, karena bisa eksis, bisa menghasilkan uang, dll, tapi kalo kita merasa bahwa ngeblog itu menghabiskan waktu, cape, dan hal-hal lain yang tidak enak bagi kita, maka pasti kita akan sulit konsisten dalam ngeblog.
Jadi setiap kali kita ingin melakukan sesuatu, tapi kok berat banget ya, coba deh perhatikan apa yang kita rasakan terhadap hal tersebut. Kita sangat mudah membuat alasan, jika sesuatu yang ingin kita lakukan tapi tidak enak bagi kita, maka kita akan membuat ribuan alasan untuk tidak melakukan hal tersebut. Tapi sebenarnya sebaliknya juga berlaku. Jika sesuatu tersebut membuat kita senang kita bisa membuat seribu alasan untuk melakukan hal tersebut. Tapi masalahnya adalah defaultnya adalah mau jalan pintas, mau senang tanpa susah, mau kaya tanpa usaha, mau pintar tanpa belajar. Apakah mungkin???
Jika kita sangat ingin melakukan sesuatu yang baik, misalnya mau nurunin berat badan, mau belajar yang rajin, mau salat tahajud tiap malam, dll, yang perlu pertama kali, kita harus meyakinkan diri kita bahwa melakukan hal tersebut akan membuat kita senang/happy dan perasaan hebat lainnya. Rasakan perasaan yang akan kita rasakan jika kita konsisten melakukan hal tersebut. Rasakan perasaan senang tersebut bahkan sebelum kita melakukannya, maka pasti kita akan senang dalam melakukannya. Fokus pada rasa senang akan menarik kita menuju tujuan kita dan semoga dengan itu, kita bisa konsisten melakukan hal yang baik. Dan yang paling penting dalam melakukan hal baik adalah segera memulai, karena niat baik dan pikiran baik tidak akan jadi apa-apa jika kita tidak memulai. Konsisten melakukan hal baik harus terus menerus benar-benar meyakini bahwa hal tersebut memang baik dan melakukan hal tersebut akan membuat kita senang dan terhindar dari rasa sakit.

Semoga bermanfaat. Lakukanlah hal baik yang dapat kau lakukan sekarang, jangan menunggu dan banyak alasan.    

Senin, 13 Februari 2012

Berfokus pada kelebihan


Bismillah,
Mengutip dari Mario Teguh facebook
Pak Mario, saya banyak kekurangan,
apa saya masih punya harapan?

Adikku,

...
Lebih banyak orang gagal
karena kelebihan yang tidak digunakannya,
daripada orang yang memiliki banyak kekurangan
tapi yang berfokus pada yang bisa dikerjakannya.

Bukan kekurangan yang melemahkan hidupmu,
tapi pendapatmu yang mengecilkan semangatmu sendiri.

Ikhlas menerima kekurangan adalah awal dari kelebihan.

Mario Teguh - Loving you all as always

----------------------

Untuk orang tua yang memiliki anak special pasti lebih berasa terkait hal ini. Anak spesial kita memang memiliki banyak kekurangan. Yang pertama kali harus dilakukan adalah ikhlaskan diri untuk menerima apapun kekurangan anak kita. Setiap orang pasti memiliki kelebihan masing-masing. Orang tua sebagai orang pertama yang seharusnya dapat melihat kelebihan anak dan mengembangkan kelebihan tersebut. Anak yang fokus untuk mengembangkan kelebihannya akan lebih baik daripada anak yang selalu dikritik mengenai kekurangannya dan tidak tahu mengenai kelebihannya.
Semoga anak-anak kita dapat menjadi anak yang shaleh & shalehah dan dapat bermanfaat melalui kelebihan-kelebihannya. Aamiin. 

Belajar dari Mario Teguh : Sebetulnya tidak ada kebebasan memilih

Bismillah,

MTSV #022 : Sebetulnya Tidak Ada Kebebasan Memilih
http://www.youtube.com/watch?v=OnzhY5Us9JU&list=UUlrPsG4AmpUzNodfkMZHHYQ&feature=plcp

di http://www.youtube.com/marioteguhtv

Beberapa hal yang bisa saya pelajari dari MTSV tersebut :
1. Sebenarnya Allah tidak memberikan pilihan bagi kita karena jika Allah memberikan pilihan pada kita maka tidak akan ada balasan baik untuk yang berbuat baik dan tidak ada balasan buruk untuk perbuatan buruk.
2. Allah hanya menginginkan kita berbuat baik yang akan memuliakan kita dan menjadikan kita khalifah di muka bumi.
3. Pilihan yang diberikan kepada kita adalah ujian agar kita berharapan baik karena kita dapat memilih yang baik sementara kita dapat memilih yang tidak baik.

Terima kasih atas sudut pandang yang baik mengenai pilihan. Semoga dengan mengetahui bahwa Allah menginginkan kita untuk selalu berbuat baik, kita diberikan kekuatan dan kesabaran untuk konsisten berbuat baik dengan ikhlas. Aamiin.