Rabu, 05 Januari 2022

Liburan Semester 2021-2022

 Liburan ini memang tidak ada yang begitu menarik. Awalnya, saya akan pergi ke jogja untuk bertemu dengan teman saya yang sudah lama tidak saya jumpa. Keluarganya keluarganya berpikir bahwa dia akan tumbuh dengan sangat baik di pesantren bilingual di sana. Karena temanku ini memang belum lancar berbicara bahasa indonesia saat itu. Dan memang faktanya Ia telah menjadi siswa terbaik di sekolahnya. 


Awalnya saya dan teman saya yang satu lagi telah berencana untuk pergi ke jogja bersama diantar oleh ayahnya. Tetapi, tepat pada hari kami seharusnya pergi, dia sakit perut yang sangat parah. Akhirnya kita tidak jadi berangkat bersama, dan ia dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Walau dokter bilang bahwa Ia tidak sakit parah dan masih bisa pergi, tetapi Ia bilang bahwa ia harus dibawa ke rumah sakit yang lebih profesional.


Saya memang sedikit kesal, tetapi memang bukan saya yang merasakan sakit perutnya itu. Akhirnya, Ibu saya bilang bahwa saya akan dibelikan tiket kereta ke jogja. Walau begitu, ternyata ayah saya tidak menyetujui karena saya salah bicara saat ditanya. “memangnya nanti kalau terjadi kecelakaan apa yang akan kamu lakukan?” tanya ayahku. “ya meninggal.” sebutku tanpa berfikir panjang. Secara logis memang jawaban saya akan membuatnya khawatir, tapi memang ada jawaban apa lagi?


Akhirnya saya menjalani liburan dengan tiduran di rumah sambil nonton film yang sudah di unduh dari bulan lalu. Dan saya juga video call dengan teman saya itu. Tak lama kemudian, ada berita bahwa rockstar academy telah dibuka lagi dengan terbatas. Saat tahun baru, kelas pun dimulai. Pas sekali di hari itu merupakan jadwal saya masuk basket. 


Walaupun mall sangat penuh, tetapi kelasnya sangat sepi. Kejamnya dunia ini untuk memasukan jadwal basket di hari pertama setelah setahun lebih tidak berolahraga dan hanya tiduran di rumah. saya terengap-engap setelah kelas. Walau begitu, aku masih harus lanjut ke kelas gymnastic. Untungnya di kelas itu pelatihnya tidak begitu kejam dan kelasnya dibawa santai. Walaupun mereka mengolok-olok saya tidak bergabung dengan kelas elit. Ketika kelas selesai, saya langsung pulang sebelum disuruh masuk ke kelas elit. Keesokan harinya, saya mengikuti kelas broadway dan breakdance.


Rabu, 20 Oktober 2021

Menyesuaikan Diri

  Ai adalah anak yang susah berteman. Ia selalu ketakutan dengan lingkungan yang baru, seperti sekolah baru, teman baru, rumah baru. Ia baru saja masuk SMA. Ai memilih untuk masuk SMK Mondial dengan harapan tempat itu akan menjadi tempat dimana ia bisa menemukan teman dan diterima apa adanya. 

Di hari pertama, ia hanya mengenali satu muka, yaitu muka ara. Sebenarnya, Ara dan Ai merupakan teman lama yang telah berpisah setelah bertahun-tahun. Sehingga mereka sudah tidak saling mengenal lagi. Walau begitu, Ai tetap ingin mencoba untuk berteman lagi dengannya. Ia berpikir bahwa berteman dengan Ara merupakan keputusan yang baik.

Setelah pengenalan, Ai langsung menghampiri Ara yang sedang sibuk sendiri. Sebelum sampai untuk menyapa, Ai merasa bahwa Ara bersikap sedikit sombong. Jadi ia memilih untuk tidak jadi menyapa. Setelah dipikir pikir, Ai melihat bahwa Naira, salah satu teman di kelasnya akan sangat cocok untuk menjadi temannya. Karena Ai merasa mereka memiliki kesukaan yang sama. Apalagi setelah mengetahui bahwa Naira suka menonton serial TV kesukaannya.

Ai tidak dijawab, bahkan diabaikan oleh Naira ketika mencoba menyapanya. Tak lama kemudian, Seorang perempuan cantik dan ramah menghampiri Ai. “Hai Ai! Salam kenal. Aku ana.” sapanya. “Salam kenal juga” jawab ai degan gagap. Ia sedikit kaget karena ada yang mau berteman dengannya.

Tanpa disadari, Ai dan Ana berteman dengan baik. Mereka sering bermain dan belajar bersama. Ai sama sekali tidak kecewa karena telah memasuki SMK Mondial karena telah dipertemukan dengan Ana. Ara pun juga memasuki grup pertemanan dan mereka sering nongkrong bareng. 

Tetapi, lama kelamaan, Ai merasa bahwa Ara dan Ana lebih nyambung saat berbicara dibanding saat Ai berbicara dengan mereka. Tentunya Itu dikarenakan oleh Ai yang menyukai hal yang berbeda dengan mereka. Ai tetap berusaha untuk mengerti apa yang mereka bicarakan. Tetapi tetap saja susah untuk ia mengerti. Hingga ia merasa bahwa mereka akan jauh lebih baik jika Ai tidak ada disitu. Apalagi setelah melihat bahwa mereka telah berteman dekat dengan yang lain juga yang bahkan lebih dekat dari Ai. 

Ai menyadari bahwa mereka juga sering bermain bersama tanpanya. Hingga suatu hari, Ai merasa sakit dan ia jadi tidak bisa bertemu teman temannya. Tanpa diduga, Ara merupakan orang yang paling perhatian padanya. Tetapi Ai masih merasa ingin menjauhinya. 

“Assalamu’alaikum Ai.. Gws ya.” ucapnya melalui voice note whatsapp. Ai pun menjawab dengan singkat. “mksh.” ketiknya. Sorenya, Ai merasa bosan. Ia lalu membuka HPnya dan mengetik, “ra.. aku bosan” dengan egois. Tetapi ara tetap sabar. Ia lalu memberikan link untuk video call di website. 

Awalnya, Ai pikir bahwa Ara hanya akan membagikan layarnya karena sedang melakukan sesuatu di pc nya. Tetapi, saat memasuki link, Ai melihat bahwa sudah Ada banyak orang yang sedang mengobrol. Beberapa orang menyapanya saat ia masuk. Tapi Ai tidak menjawab sapaan mereka karena sibuk overthinking. Ara ngechat Ai di whatsapp “wkwkwk” ketiknya tanpa konteks. Ai pikir ia sedang melanjutkan pembicaraan di call. Ai pun menjawabnya dengan ketawa. 

Tak lama kemudian, Ara ngechat “Ai masih sakit?” Ai lalu dengan keegoisannya jawab, “ara tau ga sih? Aku selama ini ga sakit. Tapi Aku cuma buat alasan karena tadi aku ga mau ikut main bareng kalian. Emang ara ga sadar ya? selama ini tuh Ai ga terlalu terlibat dalam pembicaraan. Ai ga nyambung sama kalian. Ai hidup di dunia sendiri. Kita suka hal hal yang beda. Kalo kayak gini terus, mending Ara tinggalin Ai aja. Seneng seneng sama temen ara yang lebih nyambung aja.” Ara terdiam. Ia merasa bersalah walaupun tidak tahu apa sebenarnya salahnya. Ia lalu bilang, “Maafin aku ya i..” Ai menjawab, “Engga ra, aku yang minta maaf..” 

Beberapa hari lamanya, Ai tidak mengobrol dengan Ara. teman temannya yang lain juga tidak menyadarinya. Karena Ai masih tetap mengobrol dengan Ana. Ai merasa sangan bersalah dan menyesal atas apa yang ia telah bilang kepada Ara. Karena Ara lah yang malah paling baik dan pengertian. Ai lalu meminta maaf pada Ara seikhlasnya. “Ara.. maafin Aku ya. Aku udah banyak salah sama kamu. Padahal kamu baik banget sama aku. Tapi aku malah bales kamu kayak gitu. Aku minta maaf banget ra. Tapi aku sadar kok, aku kurang baik buat kamu. Gapapa klo ara ga mau temenan sama aku lagi.” 

“gpp Ai” jawab Ara. Mereka lalu saling berkomunikasi untuk menyelesaikan masalahnya. Dan akhirnya mereka pun berteman lagi dengan baik. Ai pun juga menjadi lebih sosial dan terbuka pada yang lain. Ia sadar bahwa keegoisannya itu hanya menghambatnya dalam berteman.







-based on a true story

Sabtu, 30 Mei 2020

Al fatihah

Al-fatihah


This surah is special because Allah swt. Say "we have given you seven of the often 

repeated ones that are full of prays and additionally, we have given you the great quran" and the seven repeated prays are alfatihah. Why? Because, we always recite surah al fatiha every prayer, five times a day, we also use the surah alot. 

 The surah starts with alhamdulillah the word hamd means 2 different things, praise and thanks. So, when people say alhamdulillah, they are praising and thanking Allah subhanahu wa ta'ala. Hamd is also a noun because its timeless. Allah chose the word hamd because if he use a verb, and saying we are praising and thanking Allah, there is no prove that we did it in the past, and will do it in the future. 

You cant use this word or sentence for saying something bad, like if someone ask how are you? Then you answer alhamdulillah, im really sick, you are basicaly just undoing what you just say. You use this word for a reason, its because of something good.

What i've learned is to be more grateful, amd to relize what we are saying.


Ukhti Arifah Nailarahmi

Minggu, 30 September 2018

Ketika drama queen dan drama king divaksin meningitis! πŸ˜‚

Setelah urusan paspor selesai, tiket juga udah kelar, tinggal visa dan vaksin. Berhubung visa diurusin sama travel, jadi kami tinggal berjibaku dengan vaksin.

Yessss, urusan vaksin buat anak-anak emang sangat uwooww. Baru diingetin buat vaksin aja udah bikin emak keringet dingin. Hahaha.. ini bukan tentang pro Dan kontra vaksin, tapi salahkan emak yg menurunkan gen drama queen jadilah heboooh tiap jadwal vaksin ~lah emaknya juga tiap disuntik masih aja bawaannya pengen mewek sama kudu baca ayat kursi~ 😎

Sudahlah, agar blog ini bermanfaat, Mari Kita fokus ke sharing prosedur vaksin di KKP (kantor kesehatan pelabuhan) ya..

Jadi, vaksin meningitis ini adalah syarat mutlak untuk haji dan umroh. Karena negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, adalah negara yang menjadi tempat berkembangnya meningitis meningokokus. Jadi biar lebih Aman, Kita ikhtiar dulu dengan memberikan vaksin ini minimal Sebulan sebelum berangkat umroh (Masa berlaku vaksin ini sampai 2 tahun ke depan). Terlepas dari pro Dan kontra, (sempat dengar bisa ga pake vaksin, nanti beli buku kuning aja) kami lebih memilih berusaha selalu bersikap jujur sesuai prosedur.

Alhamdulillah sekarang Makin mudah untuk mendapatkan vaksin meningitis ini, salah satunya dengan daftar online di https://kespel.kemkes.go.id/vaksinasi_int/vaksinasi_int_public/add isi semua yang bertanda bintang, (satu orang satu formulir, jadi untuk kami sekeluarga, maka Saya isi 6x formulir regristrasi online. Oh ya sebelumnya siapkan scan/foto paspor ya karena nanti akan diminta upload foto paspor. Pilih KKP terdekat, karena rumah kami di Tebet, jadilah Saya memilih KKP Halim Perdana Kusumah (pilih KKP bandara soekarno hatta dulu, nanti muncul yg Halim).

Setelah daftar, nanti Kita akan terima email konfirmasi yg berisi tanda terima Dan formulir pendaftaran. Print Dan siapkan bersama copy ktp Dan copy paspor (disuruh siapin foto 4x6 juga, tapi ternyata sampai sana ga diminta).

Tibalah Hari H, kami berangkat jam 8 dari rumah, sampai sana sekitar jam 8.30. sudah ramai tapi antriannya tak terlalu lama. Begitu datang langsung disambut satpam, berkas disiapkan (isi lagi form checklist), Dan taro berkas di pendaftaran. Setelah mendapat nomor, bayar di kasir (cash only, tapi tenang, Ada ATM BRI di lokasi), rp.305.000/orang. Setelah itu dipanggil per 3 orang masuk di ruangan yg terpisah antara laki-laki Dan perempuan.

Drama pun dimulai, harapan Saya abi bisa Bantu pegang razan Dan Aina pun luluh lantah, razan masih bisa ikut abi, sementara Saya harus menghandle 3 anak perempuan yang semuanya menurunkan gen drama queen. Huaaaaa!!!! Emaknya aja masih takut disuntikπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

Petugasnya kurang helpful sih, mungkin karena ga biasa handle anak" yaa, jadilah Saya yg kerepotan sendiri dan terpaksa meneguhkan hati untuk ga ikutan nangis ketakutan πŸ™ˆπŸ˜‚πŸ˜Ž tapi Ada 1 petugas yg sigap gendong Sofia, saat Saya harus handle Aina yg ngamuk" mau kabur πŸ˜‚

Keluar dari ruangan vaksin (masih dengan tangisan histeris) disambut oleh pandangan Dan tawa pengantri di luar, si abi masih di dalam ruangan sebelah, tampaknya perjuangannya lebih berat πŸ˜‚ yang ternyata kata abi, dibutuhkan 5 orang dewasa untuk megangin razan di dalam πŸ˜‘ yaaah begitulah saudara-saudara. Yang penting alhamdulillah sudah lewaaaat, kami sudah punya buku kuning buat dibawa pulang, yeaaaay!!!

Biar lebaynya ga keterusan, pulang dari KKP mampir beli eskriiiiiim 😍 horeeeeeyyyyy!!!

Selasa, 10 Juli 2018

Perpanjang Paspor Anak 😍

Yeaaay!!! Setelah 2 tahun paspor nganggur, insyaAllah tahun ini bakal dipake lagi. Cek ricek ternyata paspor sudah pada expired hihihi.. jadilah Januari lalu kami memperpanjang 4 paspor yg sudah "mati" duluan. Punya Abi, ibu, Ukhti Dan Razan. Paspor Aina expirednya masih April tahun depan (karena yg 4 bikin paspor sebelum Aina lahir 😁) sementara paspor Sofia masih bisa dipakai 3 tahun lagi.

Karena newbie di bidang per-paspor-an, kami mencari info lagi prosedur untuk memperpanjang paspor, dan ternyata prosedur antriannya emang agak melelahkan dibanding ngurus paspor 6 tahun lalu. Karena sekarang kantor imigrasi tidak menerima aplikasi walk in, (kecuali di beberapa event di monas Dan mall Jakarta) jadi harus daftar online, via website
https://antrian.imigrasi.go.id/ atau aplikasi antrian paspor (download di playstore). Bisa juga via WhatsApp, tapi ga rekomen, waktu itu error mulu jawabannya.

Nah nyebelinnya adalaaah buat dapet antriannya itu susah bangeeet, selalu dibilang penuh, bahkan sampai tahun depan!  Nyebelin Kan? sampe bikin status di FB minta tips gimana caranya supaya bisa dapat antrian, eeeh malah pada banyak yang curhat di kolom komentar 😅 jadi katanya sistemnya sering error karena banyak calo yg ngetekin tanggal. Tetep yaa calo, huuuuh kapan negara ini bisa majunya, kalo apa" dipersulit, yg kuat yg menang 😌

Sempet juga mau nyoba antri walk in di monas aja, saking desperate dan capek mantengin aplikasi. Tapi baru liat antrian parkirnya, Kita langsung putar balik! jiwa petarungnya langsung ciut kalo liat yg rame" gitu. Crowdednya pasti, antriannya belum tentu dapat. 😌

Malah saat kita udah ga mikirin paspor, tau" salah satu sahabat message saya "antrian paspor lagi kebuka banyak tuh", buru" buka aplikasinya, waaah ternyata benar, lagi obral quota 😍. Sebenernya lokasi rumah kami lebih dekat ke Mall Pelayanan Publik di Kuningan, tapi karena katanya disana khusus memperpanjang, jadi Kita pilih ke kanim Jaksel di Mampang. Pilih lokasi, tanggal Dan pilih pagi atau siang.

Setelah daftar online, mari siapkan kelengkapan berkas. Semua sudah saya copy. Tapi ternyata sampai Sana cuma diminta copy ktp Dan paspor lama saja. Wiiiih ternyata gampang. Sementara berkas anak tetap harus lengkap yaa:
- fc paspor lama
- fc KTP orangtua
- fc akte lahir anak
- fc kk
- fc Surat nikah ortu
- fc paspor ortu
- Surat pernyataan ortu bermaterai.
Nah jadi kedua ortu wajib datang ya, karena harus tanda tangan Surat pernyataan ini. Semua berkas asli juga dibawa untuk verifikasi.

Disana antri lagi, seperti biasa, cukup panjang antriannya, tapi proses di dalam cukup lancar walaupun kami hectic sendiri karena 4 nomer dipanggil dalam waktu yg hampir bersamaan, sementara berkas asli Kan cuma 1 😅

Selesai administrasi, turun ke bawah (bank BRI) untuk bayar, karena Kami memilih e- paspor, biayanya 655ribu / paspor. Kalau paspor biasa masih 355rb. Selesai trus pulang deh. Balik lagi seminggu kemudian, balik lagi untuk mengambil paspor yang sudah jadi. Kemarin itu saya sempat bolak balik 2x karena waktu pertama kesana, ternyata baru paspor Abi yang sudah jadi. 😥 Disitu baru dikasih Tau sama petugasnya, buat Ngecek paspornya sudah jadi/ belom, bisa WhatsApp ke gateway service nya di 081381710123. Tinggal ketik nomor permohonan paspor yg Ada di bukti pembayaran.

Setelah ganti paspor 4 orang yg cukup melelahkan itu selesai, ternyata di-info dari pihak travelnya untuk memperpanjang paspor Aina agar lebih aman. Maju mundur syantiiik karena masih trauma antri online hahahha.. sampe akhirnya minggu lalu Kita mantap deh sekalian Cobain perpanjang paspor di Mall Pelayanan Publik. Kali ini kita PD ke Sana, karena paspor Aina masih belum expired, jadi sesuai kriteria yg tertulis "khusus memperpanjang paspor". Dan ternyata walaupun passport sudah expired tetep bisa perpanjang disini. Yang penting sudah pernah punya passport.

Nah sekarang ternyata alhamdulillah proses ngambil antrian online lebih lancar. Asal login di Hari kerja. Kalo pas buka websitenya MPP malah dikasih Tau antrian online dibuka Hari senin-jumat jam 8-11 Dan 15-20 kalo ga salah inget 😁 pokoknya waktu itu saya buka aplikasi Hari senin sore, jadwal yg kebuka Hari selasa - jumat minggu depannya.

Nah kocaknya, saking semangatnya, saya sampe lupa tanggal, jd saya PD aja datang ke MPP Hari Rabu kemarin, sampe sana, nama Aina belum Ada di daftar antriannya dia. Tapi jadinya saya dikasih Surat pernyataan ortu duluan, jadi minggu depan (hari ini) saat jadwal yg sebenernya, Abi ga perlu datang lagi, karena sudah tandatangan duluan di rumah. 😜

Pelayanan paspor di MPP terletak di lantai 3, tapi baru sampai lobi di lantai bawah sudah Ada customer service yg ramah menyapa menanyakan keperluan Kita apa dan memastikan Kita sudah antri online. Kalau oke, baru nanti dikasih nomor antrian real-nya dan diarahkan ke lift. Sampai di lantai 3, mengisi buku tamu, dan menunggu. Ga lama nomor kami sudah dipanggil, pemeriksaan berkas, dan diminta menunggu lagi untuk panggilan berikutnya. Yang ini yg lama nunggu hehehe..

Di MPP ini sebenernya lebih enak, karena antriannya terbatas, lebih sedikit dibanding dengan kanim (MPP adalah perpanjangan dari kanim Jaksel), tapi karena quota antrian yang sedikit itu, petugasnya jadi cuma 4. 1 bagian Ngecek berkas, 1 bagian wawancara Dan foto, 1 bagian pengambilan paspor, 1 lagi semacam pengawas kayaknya ya soalnya kerjaan dia bolak balik aja hahaha..

Ga sampe se-jam deh, mungkin 40 menit lah, prosesnya selesai. Tinggal bayar di teller bank (disana adanya bank DKI). Eeeh ternyata pembayarannya juga mudah, ga harus antri di teller juga. Karena bisa via ATM. BCA, mandiri, BRI Dan BNI. Yauwis daripada buang duit 6500 buat ambil duit di ATM bank lain, dan antri di teller, mending balik mampir Cari ATM mandiri, sambil piknik di alfamidi yuk bang. #eeaaa...

Sudah selesai bayar, struk disimpan buat nanti ngambil passport, jgn lupa wa-in dulu aja si gateway service biar ga di PHP Kaya saya sebelumnya hehehehe..

Ps. Di lantai 2 MPP Ada playground dan ruang menyusui yg masih bagus 😍 kayaknya emang jarang Ada yg "nyangkut" disana hehehe

Selasa, 26 Juni 2018

PPDB SMP!!

Hoaaaaa tau-tau si Ukhti udah Lulus SD ajaaaaah!!! Time flies too fast huhu
si anak gadis beneran sudah harus siap" mengepakkan sayapnya, semoga bekalmu sudah cukup ya naaak, tetep jadikan keluarga sebagai sahabat terbaikmu..

Dari SD negeri, Ukhti lanjut SMP Negeri. Disini belom ada cerita tentang sepulangnya kita dari US akhirnya Kita putuskan daftarin Ukhti ke SDN ya? next time deh yaaa... Kali ini emak mau bahas tentang PPDB online aja. Soalnya nyari review/ panduan non formal tentang PPDB koq ga nemuuuu hiks...

Jadi PPDB ini adalah akses masuk Penerimaan Peserta Didik Baru terutama untuk sekolah negeri. Jaman Kita (siapa yg seangkatan? 😜) dulu masuk SMP ga pake ribet ya, tinggal daftar ke sekolah yg dituju, trus tunggu aja pengumumannya.
Nah kalo anak sekolah jaman now, daftarnya via online.

Agak ribet siiih, terutama buat para newbie bikin pusing, karena harus pakai strategi, bahkan para mamaks pada harap-harap cemas, sampai-sampai di pasar pembahasannya bukan "masak apa ya?" lagi, melainkan "anaknya daftar dimana?", "Ya Allah anak gw nemnya kecil banget, Tau deh nih diterima apa enggak", begituuu aja sampe pengumuman hahahaha.. seriuuus!!!

Naaaah apalagi emang tahun ini katanya nem pada ngglosor deh tuh nilainya.. ajiiib dah, di sekolahnya Ukhti nilai tertingginya aja rata"nya cuma di angka 80an. Padahal jaman kami dulu para orang tua ini, biasanya nem itu mendekati sempurna loooh..
Tapi ya emang makin kesini UN itu bukannya tambah menyenangkan malah tambah bikin stress yaa... Apalagi mulai tahun ini ada soal uraian jadi malah tambah banyak faktor penilaiannya. Misalnyaaa, walaupun jawabannya betul, tapi kalo tulisannya ga kebaca sama yg nilai kan, ya sudah lah dadah" aja sama angkanya hiks..

Termasuk Ukhti, masa nilai bahasa indonesianya merah??!! πŸ˜‘ mentang" tinggal 2 tahun di Amrik, semudah itukah kau melupakan bahasa ibumu naaak? wkwkwkw.. tapiiii emang bener sih, begitu Kita balik ke Jakarta 2 tahun lalu, dia kan harus struggle up,  bahkan untuk menulis ejaan yg agak ngjelimet gitu dia harus mikir dulu. Sementara sekolah negeri gitu kan banyak nyalin dari papan yaa, jadi giliran sekretaris kelas ngapus papan  tulis sementara dia nulisnya belom kelar, yaaaah derita banget deeeh dia hahahaha.. Tapi ya gapapa..  walaupun gara" nilai bahasa itu nemnya jadi turun, dan ga bisa masuk sekolah favorit. Errrrr... maksudnya favorit ibunya sih hihihi, kalo anaknya mah udah di brainwash sama abinya, bahwa sekolah itu dimana aja sama, yg penting tetap jadi diri sendiri dengan terus memaksimalkan potensi kita. Lagian, Allah kan punya rencana indah untuk setiap perjalanan hidup Kita. Betul apa bener?

Balik ke PPDB, jadi tahun ini aturannya ganti lagi. Biasanya jalur umum dulu, skrg jalur lokal dulu. Jelasin dikit dulu deh ya, jadiii PPDB ini terdiri dari berbagai jalur. Ada jalur prestasi untuk siswa yg tentu saja berprestasi dan ada jalur inklusi untuk anak berkebutuhan khusus. Saya ga bahas ini, karena belum berpengalaman, bisi salah menyampaikan. Kalo mau cek info lengkapnya, langsung buka website ppdb online aja ya. Untuk jakarta, alamatnya di https://ppdb.jakarta.go.id/#/0200/sekilas

Nah untuk siswa reguler, jalur masuknya sendiri dibagi lagi jadi 3 dengan porsi quota sekolah yg sudah dibagi".
1. Jalur lokal, quota 55%
2. Jalur umum, quota 30%+ 5% untuk siswa luar DKI yg mau sekolah di DKI
3. Jalur umum buat yg juga belum dapat sekolah. Quota 10%.

Bedanya apa sih jalur lokal Dan umum?
Kalo lokal, Kita cuma bisa ambil 3 pilihan sekolah yg 1 rayon dengan tempat tinggal
Kita sesuai KK (maksimal pencatatan januari 2018, pencatatan setelah bulan januari dianggap tidak memenuhi syarat karena katanya pengalaman kemarin" banyak yg rela"in pindah/numpang KK demi anaknya masuk sekolah favorit). Misalnya kami kan tinggal di Kebon Baru, Tebet, maka SMP yg bisa dipilih adalah SMP 3 manggarai, 15 pancoran, 33 bukit duri, 57 halimun, 58 kuningan, 67 minangkabau, 73 tebet timur, 115 lapangan ros, 145 menteng dalam, 155 cikoko, 182 kalibata, 265 Kebon baru. Jadi sebenernya posisi kami diuntungkan, karena Ada beberapa sekolah favorit disini. Dan saingannya ga sebanyak jalur umum karena dibatasi oleh rayon tersebut. Sementara kebalikannya, jalur umum, Kita bisa memilih sekolah se DKI (bahkan luar Kota), yg artinya saingannya juga lebih banyak, walaupun sudah dipotong sama pendaftaran" yg sudah Lulus di jalur lokal.

Sekarang kita bahas urutan prosedurnya yaa..
Hari pertama, daftar dan verifikasi data.  Untuk prosedur ini, kita harus daftar ke SMP terdekat (ga mesti smp tujuan), untuk mendapatkan token atau password saat regristrasi online nanti. Ini selama masih di Indonesia, dinikmati aja ya ibu ibuuuu antriannya hahaha.. walaupun udah dikasih nomer antrian juga, yang namanya emak", entah kenapa pada demen banget ngetem di meja pendaftaran. Takut amat nomornya ga disebut πŸ˜… oh iya data yg disiapkan antara lain: SKHUN, akte lahir, Karti keluarga, NISN, sama kartu ujian UNBK. Semua fotocopy-annya, tapi siapin berkas aslinya, takut diminta buat verifikasi (kmrn sih enggak, mungkin karena panitianya pusyiiing diteror emak" yg pada pengen cepet pulang hahaha).

Naaah setelah melewati perjuangan mendapatkan token, pulang deeeh, atau mau langsung daftar di lokasi juga gapapa. Secara semua orang udah pegang smartphone kan ya.. tapi saya mah milih pulang dulu, leyeh" lurusin kaki, berdoa dulu yg banyak, semoga Allah kasih sekolah yg terbaik yg bisa membuat bertambah ke-shalihah-annya, bertambah ilmunya dan bertambah pula manfaatnya bagi orang banyak. Aamiin πŸ˜‡ , sambil mantau website ppdb nya.

Jadi ga langsung daftar? Kalo saya mah enggak, mantau aja dulu. Kan pendaftarannya 3 hari, tahun ini malah jadi 4 hari, karena pas hari ke 3 ada libur pilkada hihihi..
Nah sambil leyeh" gitu, bisa juga sambil nangis, karena quota sekolah favorit kita tiba" udah penuh sama nama siswa" yg nemnya tinggi tinggi (ajegileeee katanya tahun ini nemnya turun, ini anak" yg rata"nya 9 ke atas koq masih banyaaaaaak????) Hahahaha..
Satu per satu sekolah favorit mulai mengglosor nama siswa" yg dengan PDnya daftar tapi ternyata saingan yg nemnya lebih tinggi nambah lagi nambah lagi. Yg kegeser, namanya pindah ke sekolah pilihan ke 2, kalo kegeser lagi, cari ke sekolah pilihan ke 3. Kalo ga Ada juga? Tetap semangaaaat! Masih Ada jalur umum yg ke 3 πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ btw, ga usah pusing" nyari nama anaknyaa, tinggal masukin nomer pesertanya aja nanti muncul koq posisi anak Kita Ada di Sekolah Mana (kalo masih diterima hihihi)

Naaaah untungnya ga langsung daftar online adalah, kita jadi masih tetap punya quota 3 pilihan. Sambil ditilik tilik lagi mana sekolah yg kira-kira masih ikhlas nerima nem anak kita. Hihihi..
Karena hari pertama kemarin (rencana)  sekolah  pilihan 1 dan 2 kami sudah dengan tegas menolak nem Ukhti, jd hari kedua kami survey sekolah yg totally new, yg sebelumnya ga kepikiran atau malah ga pernah denger πŸ˜… alhamdulillah yaa ada hikmahnya, emaknya jadi tau ooh ada sekolah disini? ooooh ada sekolah itu? Oooh ini smpnya si gebetan jaman sma dulu #eeeh hahaha boong itu mah πŸ˜› *sungkem Abi*

Setelah survey, udah kebayang dooonk pengganti pilihan 1 dan 2 kemarin. Jadi udah bisa daftar? Enggak jugaaaa tetep masih mantaaauuuu hihihihi... Nah bener kan menjelang sore, sekolah pilihan 1 nya bablas lagi melewati nilai rata" ukhti. Masuk hari ke 3, Pilihan ke 2, 3 dan 4 (cadangan) masih Aman. Tapi masih pikir" lagi kalo pilihan ke 2 ga dapet juga, sepertinya mau ikut jalur umum aja.

Nah, jalur umum prosedurnya sama, bedanya cuma di quota dan saingannya nambah dari luar rayon. Semoga aja yg "bertahan" memantau seperti saya ga banyak. Hahaha.. kalo ternyata banyak, persaingannya lebih berat malah dibanding jalur lokal πŸ™ˆ

Jadi, sekarang udah kebayang kaaan PPDB Kaya gimana? Hehe..
Sebenernya tahun ini sudah disounding" bahwa cara PPDB dengan memberlakukan sistem zonasi. Jadi ga lagi terpaku sama nem, pokoknya yg rumahnya deket sekolah itu berhak sekolah disitu. Kaya di amrik. Ga pake ribet, karena semua anak wajib sekolah. Mau Kaya, mau miskin, mau Pinter, mau ga pinter" amat, pokoknya pemerintah sudah menyediakan sekolah di dekat rumahnya. Gratis. Anak" happy ga stress sama UN, mamak" juga sudah pasti lebih happy hahahaha.. bahkan Pak mentri udah state di website ppdb "tidak boleh lagi Ada sekolah favorit, tidak boleh lagi Ada sekolah pinggiran. Semua sekolah harus jadi favorit".  Tapiiiiiiii... Ternyata baru rencanaaaa, hiks.. PHPeeeee ajaaaah... entah kapan direalisasikannyaaaa.. mudah"an mulai tahun depan yaaa.. aamiin..

Ciao!


Update. Akhirnya Kita milih di jalur  lokal, karena baru "dong" kalo si abi Kan udah masukin username Dan token di website ppdb pas Hari pertama itu, tapi belon masukin pilihan sekolah. Sudahlah, daripada sudah dianggap daftar di jalur lokal dan ga bisa daftar di jalur umum, jadi sekalian daftarin aja deh. Tinggal nunggu pengumuman sore nanti. InsyaAllah pasti yg terbaik πŸ˜‡

Kamis, 08 Maret 2018

Resiko kebanyakan SC (sectio caesarian) 😁

Mau curhat... Eh enggak denk, mau sharing aja.. hehe..

Jadi setelah 2 tahun, kemarin saya kembali ke obgyn buat USG. Enggaaaak... Bukan karena hamil lagi 😜 tapi karena sudah 6 bulan ini, fase menstruasi lebih panjang dari biasanya.

Alhamdulillah, saya termasuk perempuan yang beruntung, punya siklus bulanan yang teratur, makanya asal ga lupa lagi masuk masa subur, harusnya aman bisa pakai metode kontrasepsi alami. Sayangnya, kadang kami suka pura" lupa sampe jadi 5 #eeeh 🙈

Nah, setelah melahirkan Sofia, dan melewati masa nifas yang hanya kurang lebih 2 minggu, akhirnya 18 bulan kemudian saya kembali menstruasi. Siklusnya normal, 28-30 Hari, masa haidnya juga normal 5-7hari. Tapiiii setelah itu ada masa bolak balik nge-flek sampai Hari ke 14.

Tadinya saya fikir, aman-aman saja. Cuma sedikit sebel karena harus lebih rajin mandi besar agar bisa ibadah. Sampai akhirnya ada teman yg menyarankan untuk USG karena khawatir ada indikasi lain, yang akhirnya malah bikin saya parno sendiri 😔

Dengan modal pasrah Lillahi ta'ala akhirnya saya memberanikan diri mengunjungi Dr obgyn, guna mencari pencerahan.

Oke, singkat cerita, setelah pemeriksaan luar dan dalam (USG transvaginal), alhamdulillah, dokter tidak menemukan masalah apapun pada rahim saya.

Tapiiiiii, terlihat dari hasil USG, bahwa bentuk jahitan SC saya tak lagi sempurna, ada cekungan ke dalam (lingkaran merah di foto), yang mungkin akhirnya membuat sisa darah menstruasi yg harusnya mengalir lancar di dinding rahim, malah terbendung disana, dan turun sedikit demi sedikit, makanya jadi flek yang on off.

Koq bisa jahitan SC saya begitu?? Berarti kerjaan dokter terakhir donk? Padahal Sofia lahir di Amerika cyiiiin, dokternya senior dan professional, teknologinya cuanggih!

"Ibu, ini kan SC yg ke 4, ya begitulah resikonya. Setiap proses SC, yang dibuka dan dijahit itu selalu area yang sama. Jadi kebayang kan gimana kondisi jahitan ibu jika dibuka tutup sebanyak 4x? Semakin sering, tentu resikonya semakin tinggi" demikian dokter menjelaskan.

Huaaaaa baiklaaah... 🙈 Seketika itu juga saya langsung bersyukur, dr Labban menganjurkan saya (dan suami meyetujui) untuk melakukan tuba ligation (steril) saat proses persalinan sofia kemarin. Padahal dokter obgyn yang sebelumnya (pas hamil Aina), mengizinkan saya untuk SC sampai 6x karena menilai dinding rahim saya yang masih bagus. Impian punya anak 6 yang hampir saja terwujud 😝

Trus, jadi solusinya apa sekarang? Karena ga dianggap berbahaya, jadi enggak perlu diapa-apain, ga perlu tindakan, ga perlu obat, cukup dinikmati saja bolak balik mandi wajibnya 😅

Demikian curhat saya, semoga bisa jadi pembelajaran dan pertimbangan bagi para wanita yang ingin mencoba SC lebih dari 3x 😁

Minggu, 12 Februari 2017

Matrikulasi IIP : Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

👨‍👩‍👦‍👦 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH👨‍👩‍👧‍👧

“ Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya  menuju peran peradabannya ”

Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.

Maka tugas utama kita sebagai pembangun  peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ misi spesifiknya ”, tugas kita memahami kehendakNya.

Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.

Darimana kita harus memulainya?

🙋 PRA NIKAH

Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:

a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?

b. Adakah yang membuat anda bahagia?

c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?

d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?

Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.

Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.

Karena,

ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA  KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK

👨‍👩‍👧‍👧 NIKAH

Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:

🍀Pertama temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?

🍀Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?

🍀Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?

🍀Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?

Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.

👩‍👧‍👧 ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)

Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.

a.   Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?

b.  Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?

c.   Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?

Setelah ketiga pertanyaan tambahan  di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.

Karena,

IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD

Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak

Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa  potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.

Karena

Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang

Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.

Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan

Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

SUMBER BACAAN
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013

Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016

Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015

Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016

https://youtu.be/kwM9PDoRQRk

NHW #3 IIP

Dalam mengerjakan NHW #3 Kali ini, sebenarnya gampang-gampang susah. Pas liat soalnya, aaaah ini mah keciiiil, semua bisa dijawab.
Suru bikin Surat cinta? Wiiiiih gampil, Secara saya dari dulu emang hobi nulis Dan mengekspresikan perasaan tulisan. Dari mulai curhat di diary sampe bikin cerita non fiksi (yang ga pernah ada yang TAMAT πŸ˜‚), sampe niat banget deh ngubek" gudang buat cari diary Kita berdua jaman pacaran dulu, demi mendapatkan ilham buat Si Surat cinta. Uhuuuuy..

Tapi, lagi" kesempatan buat ngerjainnya terbatas banget, giliran inspirasi keluar semua, ada aja deh entah tiba" anak" minta perhatian (bukan jam me time saya untuk ngerjain PR seperti yg sudah dibuat di NHW #2 Kemarin), HP lowbatt (saya ngerjain PR langsung di blog), atau dapet inspirasi bagusnya pas Shalat #eeh tau sendiri donk, Kalo begini biasanya selesai Shalat malah Jadi Lupa semuaaaah.. astaghfirullah...

Dan akhirnya karena udah dikejar deadline, Dan mumpung anak" lagi dibawa abinya ke rumah oma, jadilah Hari ini selesai juga tuh Surat cinta. Alhamdulillah.. walaupun sebenarnya kurang puas sama hasilnya.

OK back to NHW, reaksinya si suami setelah baca suratnya?
Udah ketebak sih, cuma Ketawa", ya dia kan udah biasa bgt dibikinin Surat cinta di status" Facebook πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Jadi ya ga surprised" amat reaksinya. Dan karena diminta reaksi, akhirnya dia menatap mata saya sambil pamer senyum Manis. Mengaminkan semua doa saya di Surat itu. That's all? Yup! Habis itu sibuk googling cari Bahan cerita untuk anak" yg minta didongengin tentang angin Dan matahari.
Beginilah resiko punya suami yg kurang romantis Dan beranak banyak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Mungkin, kalau saya ngasih Surat cintanya pas lagi berduaan bisa lebih romantis Kali Yaa reaksinya... Tapi atulaaaah, kapan Kita bisa berduaaaaaan? Hiks.. hihihi

Next, menuliskan potensi dan kekuatan masing-masing anak:
1. Ukhti Arifah Nailarahmi
Ukhti itu bisa dibilang Ibuuuu banget, plek plek.. dari mulai mungilnya, mukanya, kelakuannya sampe Marah"nya.. bener" Persis. Mau saya mengelak seribu kalipun 😁
Dari segitu potensi tentunya ukhti ini luar biasa, anak ini tipe yg kepo Dan mudah tertarik dengan Hal Baru dan belajarnya cepat. Dan Bila tertarik ia akan Menyerapnya Secara maksimal, Dan bersungguh-sungguh walaupun kadang Masih belum bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekarang ukhti sedang tertarik dengan fashion design, gymnastic, parkour, martial art, yoga Dan tennis. Selain itu, pijatan tangannya cukup kuat Dan bisa diandalkan saat dibutuhkan.
Akhir-akhir ini saya Baru menemukan kalau dia sudah mulai senang ngobrol Dan mudah beradaptasi dengan lingkungan Baru. Dan ia mudah mengekspresikan perasaannya lewat verbal. Padahal sebelumnya, ga PD Dan gampang Menyerah/ menangis jika Tidak nyaman dengan lingkungan Baru. Mungkin faktor usia juga, sekarang ukhti 10tahun, sudah mulai bisa diajak komunikasi dengan Baik.  Modal untuk berkomunikasi dengan ukhti adalah senyum Dan intonasi yang Baik. Saya fikir, kelak ia akan menjadi anak sulung yang bisa diandalkan. Seperti selipan doa dalam namanya, yang artinya seorang kakak yg cerdas, bijaksana Dan penuh limpahan kasih sayang. Bisa Jadi partner sekaligus sahabat saya kelak. Kelak?? Iyaaa karena saya akui bonding saya Dan ukhti sekarang kurang kuat, karena Masa lalu (kurangnya ilmu saya untuk menghadapi persiapan menjadi ibu), tapi it's okay, saya kan lagi belajar nih, mudah"an seiringnya materi matrikulasi IIP ini komunikasi saya dan ukhti bisa lebih Baik lagi, bonding kami kembali kuat. Aamiin..

2. Ubaid Arrazan Muhammad Arif
Anak ke Dua kami lahir dengan kondisi khusus, sebagai penyandang down syndrome. Dari semenjak Masih dalam kandungan, ia sudah menjadi pejuang tangguh, telur janinnya sempat berbentuk sabit (Tidak bulat seperti layaknya ovum), tapi alhamdulillah ia bisa bertahan. 2 minggu pertama hidupnya dihiasi dengan doa-doa disertai tangisan, minggu-minggu, bulan-bulan bahkah tahun-tahun berikutnya ia tumbuh hebat Dan membanggakan. Dari situ kami menyimpulkan bahwa Razan akan menjadi orang besar, kelak. Razan is friendly dan mudah berteman, nurut Dan mudah bekerja sama dalam satu team, juga sangat ngemong dengan adik"nya. Walaupun Secara garis besar kemampuan razan di bawah rata-rata kemampuan anak seumurannya(umur razan 8tahun, kemampuannya di avarage 3-6 tahun) tapi menurut laporan" terapis, guru Dan para pelatihnya, razan anak yang kooperatif. Bahkan waktu tahun lalu ia bersekolah di Amerika, ia kerap dijadikan asisten Oleh gurunya. Ya sebenarnya Mendidik anak dengan down syndrome Tidak sesudah anak berkerudung khusus lain, atau bahkan - minimal berdasarkan pengalaman kami sebagai orang tua- dibanding dengan anak normal, karena mereka senang belajar dengan rutinitas. Jd lebih mudah mendoktrin dalam pembiasaan. Kalau untuk bakat, hingga saat ini belum terlihat Secara spesifik, tapi sepertinya dia lebih menyukai kegiatan fisik. Yang kami lakukan sekarang adalah Memberikan kesempatan yang sama untuk razan Dan kakak Dan adiknya. So far, dari berbagai kegiatan yg dijalanin (sport, jembe, mewarnai) favoritenya (yang suka ia tunjukkan) adalah gymnastic Dan yoga. 

Tahun ajaran baru ini, kami berenang meng-home schoolingkan razan, saya harap dengan bertambah waktu saya untuk razan, saya bisa menemukan lebih banyak lagi Dan menggali potensi yang Masih bersembunyi di diri Razan.

3. Umniya Raihana Arif

Usianya 3 tahun, aina ini satu-satunya anak yang lebih banyak saya handle sendiri. (Tanpa intervensi alias Bala bantuan dari ortu seperti anak yang lain), sehingga dampaknya skrg sungguh lengket dengan ibunya. 😁 Positifnya, Bila komunikasi saya Baik, aina bisa kooperatif. Ia sangat senang dibacakan Buku Dan cerita. Senang belajar melalui cerita Dan Ingatannya sungguh amazing, Hal yang saya fikir kecil justru sering ditangkap dengan Baik Oleh aina. Ia juga sepertinya ada bakat memimpin, Aina Dan razan ITU layaknya partner in goodness.. aina otaknya, razan eksekutornya πŸ˜‚

4. Urfanindi Shafiyya Arif

Sofia senang mendengar alunan nada, entah itu Musik maupun ayat Quran. Anaknya cukup berani bereksperimen. Terbukti sejak umur 10 Bulan, sofia mulai belajar jalan. Semua milestone terlewati dengan baik. Alhamdulillah. Karena Masih bayi (tanggal 23 February nanti genap 1 tahun) Jadi Masih meraba lagi potensi-potensi yang dimiliki anak bayik ini 😘


potensi diri 

Seperti biasa, memang agak sulit untuk mengenal potensi diri pribadi hehe.. tapi yang pasti saya yakini, saya itu adalah orang Baik yang selalu ingin belajar menjadi lebih Baik. Saya senang menghabiskan Dan berbagi Hal po Isitif.Jika ditarik relationship antara potensi-potensi saya, suami Dan anak" kami, yang saling melengkapi satu sama lain, sepertinya Allah inginkan kami menjadi team yang solid agar bisa menghasilkan sesuai yang bermanfaat bagi sesama, aamiin..


lingkungan sosial

*Rumah

Kami tinggal di lingkungan yang sebenarnya kurang kooperatif, karena populasi yg terlalu beragam. Dengan pengalaman kami pernah tinggal 2 tahun di lingkungan yang sangat nyaman di Negara adikuasa, harusnya kami dapat memberikan manfaat bagi lingkungan ini. Entah dlm bentuk perpustakaan kecil atau membuat sekolah. Semoga dimudahkan jalannya. Aamiin

*Komunitas

Anak spesial Hanya untuk orang tua spesial, Salah satu berkah Allah Memberikan kami anak spesial adalah bertambahnya keluarga besarma kami walaupun bukan sedarah. Setelah di tahun pertama saya mendapatkan support dari teman" sepejuangan sesama orangtua spesial, Kimi saatnya saya menjadi bagian dari pemberi support tersebut. Saat ini saya ikut berkecimpung di kepengurusan potads (persatuan orang tua anak dengan down syndrome). 

Sabtu, 11 Februari 2017

(ceritanya) surat cinta πŸ’“

Dear Mr. Arif Riyadi

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh lelaki pujaan hatiku, sebelum Kau mulai Membaca tulisan ini, ada baiknya Kau tutup matamu sejenak Dan mencoba re call memmory 13 tahun yang lalu.. biar bisa fokus nih sama cerita Aku.. 1..2..3.. merem Yaa.. 1 menit..

Sudah? Yuk Samain yaaa..
Aku Masih ingat saat Aku memilihmu (di antara 2 pilihan yg diajukan ficky), kenapa Aku memilihmu? Ga tau hehe.. sepertinya emang Allahlah yg Memberi petunjuk.. yang Aku Tahu, Aku merindukan sosok yang bisa menyemangati hidupku.

Aku Masih ingat saat pertama Kali meng SMS Kamu, Dan Masih terekam jelas juga jawabanmu yg super pendek Dan menghabiskan pulsaku sehingga harus SMS sekian Kali hahaha..

Aku bahkan masih ingat betul detail baju Dan kerudung yg Aku kenakan saat pertama Kali berjumpa denganmu di sebuah restoran fast food di Jalan Dago. Bukan untuk makan ya Kita di sana? tapi cuma buat ngeliat Kamu baca Koran. Hahaha.. Kamu Dan kemeja kotak-kotakmu. Melihatku Dan langsung tersenyum. Aiiiih aiiih.. Kita langsung Naik angkot ya saat itu, (ga perlu dibahas lagi yaaa siapa bayarin siapaaa hahaha) kamu Mau nganterin Aku ke stasiun bandung, karena Aku harus pulang menemui apak yg sedang terbaring lemah di ICU. Kita ga banyak bicara, sama-sama canggung. Sejujurnya, Aku ga langsung naksir sama Kamu. Apalagi pas sampe rumah, baca SMS Kamu nanya "Kamu Mau ga nikah sama Aku?"

Oh manusia ini ga punya empati sekali, ayahku di ICU, Dan dia ngajak nikah!!!

Tapi Kamu adalah Salah Satu yang Jadi bahan pembicaraanku di telinga almarhum apak. Aku bisikkan "apak, ai punya temen Baru. Anak ITB (apak pernah berharap anaknya ini bisa kuliah ITB)." Sampai akhirnya beberapa Hari kemudian apak berpulang (ini tepat 13 tahun yg lalu). Aku kembali sebel sama Kamu yang ga merespon dukaku dengan Baik menurut idealku. Kamu cuma mengucapkan turut berduka cita, ga dtg ke rumah. Semakin Aku menghilang darimu, semakin Kamu sering SMS Dan email Aku.

Dan kemudian, entah kenapa Allah menggerakkan Aku untuk menjawab kembali pesan-pesanmu. Entah kenapa Allah kemudian membuat Aku jatuh cinta padamu. Menikmati pertemuan" selanjutnya denganmu. Menanti saat" melihat sosok pria dengan jaket hitam, tangan di kantong, Dan selalu tersenyum menunggu di ujung gang. Mengubahku Jadi sosok yg lebih mengerti tentang agama.

Semakin Kita sering ketemu Dan diskusi semakin Kita saling mengenal Satu sama lain, semakin berat buat Kita, waktu itu ya? Karena Kamu Tahu betul bahwa apa yg Kita lakukan ini Salah, Kamu tak ingin Allah cemburu pada kita.

Ya Kamu memang Berbeda dengan pria-pria yang sebelumnya pernah mengisi hidupku. Tapi di sisi lain, Kita Jadi semakin bersemangat untuk segera lulus. Karena itu adalah syarat utamamu untuk menikahi Aku.

Hari-hari itu, diisi dengan Surat" cinta Kita di dalam diary yang Masih Aku simpan sampai sekarang.. (sepertinya bisa dijadwalin baca diary bareng berdua untuk mengenang planning" yg Kita buat sebelum dan di awal menikah dulu hehehe)

Hari ini, 13 tahun kemudian, akhirnya Aku menyadari penuh kenapa Allah memilihkan Kamu untukku..

Karena Allah Tahu Kamu yg terbaik untukku, untuk seorang perempuan yg lemah tapi mendambakan sosok imam yg bijaksana memimpin keluarganya,
Karena Kamu selalu bisa meyakinkan Aku seorang perempuan yg senantiasa galau,
Karena Kamu selalu Tahu Masa depan untuk menemani Aku yang sebelumnya tak pernah berani punya mimpi,
Karena Kamu bisa menunjukkan sosok lembut bagi anak-anak saat Aku sudah di ujung batas kesabaran.
Karena Kamu bisa menjadi contoh yang Baik Dan selalu membanggakan bagi kami.
Karena Kamu adalah pelengkap hidupku Dan anak-anakku, karena Kamu adalah penyempurnaku.

Dan Aku adalah wanita yg dipilih Allah untukmu, karena di balik laki-laki sholeh, kalem, lemah lembut, positif thinking, bijaksana HARUS ada perempuan (Dan keturunannya) yang galak, cengeng, suka ngebadut yang bisa membuat hidupmu lebih berwarna 😁😁

Aku sadar penuh, hingga hampir 12 tahun pernikahan Kita, Aku belum Jadi sosok yang ideal, bahkan masih jauh, dengan segala pembenaran-pembenarannya. Maka izinkan Aku, untuk selalu melangkah bersamamu, bergandeng tangan di sampingmu, menangis di pelukanmu, tertawa bahagia bersama anak" Kita hingga di akhir waktuku nanti..

Izinkan Aku untuk selalu mempercayaimu, menjaga cinta Kita, visi Dan Misi keluarga Kita, hingga kelak berkumpul lagi di jannahNya

Uhibbukifillah 😘
Penuh cinta dari kekasihmu satu-satunya di Dunia Dan akhirat (#kodekeras),
Mrs. Arif Riyadi

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh

Senin, 06 Februari 2017

NHW #2 IIP

Baru mulai diskusi di grup, udah mulai berasa sedihnya.. ketika harus mulai membuat "checklist indikator profesionalisme perempuan", otomatis jd ajang refleksi diri, sudah sejauh apa eksistensi diri ini sebagai ibu profesional. Semakin ditanya, semakin mengorek luka paling dalam. Tentu saja, karena saya menyadari sepenuhnya bahwa saya masih sangat jauh" dari sempurna. Makanya jadi sedih, terus sempet menyesali diri (astaghfirullah) terlahir di keluarga yang gaya mendidiknya tidak sesuai dengan idealisme, hingga menyebabkan refleks melakukan hal yang sama terhadap anak". Tapi mau sampai kapan? Mau sampai generasi ke berapa? Padahal peran pengasuhan anak sepertinya porsinya lebih besar di posisi IBU. Dan 3 dari anak" kami adalah calon istri sekaligus calon IBU. Ihiks..

Dan akhirnyapun berdiskusi dengan si ABI, iyaaaa pake meweeeeeek... Karena kayaknya ABI juga udah cukup berasa laaah punya istri yg jauh dari sempurna, sayangnya (atau beruntungnya?) Beliau memang tidak pernah mau komplain. Tapi giliran sang istri koreksi diri iiih DOI langsung senyum" happy gitu kayaknya. Hahahaha jadi keliatan selama ini tersiksa bener ya bi? :'(

Kata ABI, untuk memulainya, saya harus lebih dulu meyakini dan percaya atas tanggung jawab (sebagai peran) yg sudah diambil ini. Antara lain, dengan cara mengumpulkan alasan utk percaya pd diri sendiri. Dan kemudian harus Ikhlas menyerahkan hasilnya pada kuasa Allah.
Yang tak kalah penting adalah konsistensi dalam menjalaninya

Pembuatannya harus Step by step dlm menggapai goals, dan reachable, time framenya  singkat. Tapi kali ini saya belum membuat time frame, time frame akan dibuat di tabel selanjutnya saat menjalani uji coba di 1 minggu pertama (sekuat apakah saya dalam menjalani semua ini hihi.. boleh kan yaaa?? 😝)

Indikator pribadi
✔ Shalat tepat waktu, maksimal 10 menit setelah adzan, terutama Shalat isya (+sikat Gigi malam)
✔ Bangun tahajud Dan Tilawah
✔ Olahraga (minimal sit up 20x), mandi pagi Shalat duha.
✔ Murojaah saat di motor
✔ Minum air putih sehari 1 botol
✔ Izin Me time sebulan sekali (nyalon/ kumpul brg teman)
✔ Tidak bersosmed saat di depan anak
✔ Berkata Baik, bernada baik
✔ Memperbaiki komunikasi dengan semua, terutama mama: diskusi menu harian, dan ambil bagian nyuci piring

Sebagai istri
✔ Bangunkan tahajud Dan sahur puasa Sunnah
✔ Mengingatkan Shalat jamaah di masjid
✔ Memasak menu pilihannya seminggu sekali
✔ Mendoakan, Kiss and say I love you
✔ Dating (our time) seminggu 2x

Sebagai IBU
✔ Bangunkan anak" dengan doa
✔ Memeluk, mencium dan say I love you sebelum berpisah (termasuk sebelum tidur)
✔ Tilawah saat nenenin sofia
✔ Sabar sabar sabar
✔ Bernafas Dan go to the balcony saat hendak marah
✔ Memberikan kesempatan anak untuk menjelaskan
✔ Menyambut Dan memancing razan Dan ukhti untuk bercerita ttg hariannya di sekolah
✔ Mensupport anak-anak untuk bertanggung jawab pd tugasnya (nyuci piringnya, beresin mainan, DLL)
✔ Membacakan Buku/bercerita sebelum tidur/ saat menunggu ABI pulang
✔ Membacakan AL ikhlas AL falaq Dan Annas dan dzikir sebelum aina Sofia tidur
✔ Mengajak anak" Shalat jamaah Dan dia bersama

Bismillah.. SEMANGKA!!! (Semangat karena Allah)

Jakarta, 6 February 2017

Rabu, 01 Februari 2017

Matrikulasi IIP: Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2

🙋MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA🙋

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya

b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.

c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
Assalamu'alaikum buibu hebat.... berikut hasil diskusi tentang Materi #2 II 😗😗😗

1⃣ Pertanyaan :
Dalam tahapan menjadi ibu profesional ada tahapan ' bunda sayang'. Dimana mempelajari tentang lmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya. Yang ingin saya tanyakan bagaimana dan mulai darimana saya mempelajari tahapan bunda sayang, sedangkan saya belum memiliki seorang anak? dan bagaimana saya mempraktekkan dlm kehidupan sehari-hari untuk saat ini?

- Arum Puji -

Jawaban:
1⃣ Bagi perempuan yang belum berkeluarga atau sudah berkeluarga namun belum memiliki anak, tahapannya
bunda cekatan - bunda sayang - bunda produktif bunda solehah.

sembari menunggu diamanahi seorang anak, bunda bisa fokus menyelesaikan tahapan bunda cekatan sambil mempelajari dulu ilmu tentang bunda sayang sebagai bekal jika sudah diamanahi anak nantinya. tahapan bunda sayang akan dipelajari nanti setelah bunda lulus di tahap matrikulasi ini. jadi bersabar ya bun, tetap semangat mengikuti ilmu ini setahap demi setahap ✅

2⃣ Dalam menjalani profesi IBU professional, tentu Kita harus memiliki konsep diri dulu. Salah satunya adalah berdamai dengan diri sendiri. Pertanyaan saya, bagaimana Cara memaafkan diri atas kesalahan dalam mengasuh anak di Masa lalu yang menyebabkan hubungan/bonding IBU Dan anak hampir hilang? Dan bagaimana Cara memperbaiki bonding tersebut?
- Arie -

2⃣ sebenarnya bukan kesalahan dalam mengasuh anak di masa lalu ya bun, tapi mungkin pada saat itu kita belum memiliki ilmunya sehingga kita tidak tau apa yang sebaiknya kita lakukan dalam mengasuh anak. bersyukur kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hal tersebut. minta maaf kepada diri sendiri dan minta maaf kepada anak atas kesalahan atau kekhilafan yang pernah kita lakukan. evaluasi diri dan lakukan perbaikan 😊

hal yang menyebabkan bonding ibu dan anak hampir hilang salah satunya karena kita tidak dekat dengan anak, tidak menerapkan ilmu "komunikasi produktif" dan banyak faktor lainnya. cara memperbaikinya yaitu dengan meminta maaf dan membangun kembali kedekatan dengan anak. tipsnya, komunikasi produktif ya bun 😊 ✅

Pertanyaan :
3⃣ Belajar menjadi ibu Profesional, tentunya harus memiliki satu persepsi dengan suami mengenai konsep "Ibu Profesional", krn dengan begitu suami dapat mendukung kita menjadi Ibu Profesional. Pertanyaan saya, bagaimana cara mengkomunikasikan dengan keluarga terutama suami utk menjadi calon Ibu Profesional nantinya, karena belum memiliki buah hati? Kemudian cara atau strategi apa yang tepat dalam menjalankan proses menuju ibu profesional tanpa ada rasa beban utk menjadi ibu profesional?? Terima kasih...

- Diajeng Ayu -

3⃣ mba ayu, lakukan terlebih dahulu ilmu yang kita peroleh. karena biasanya suami itu butuh pembuktian. misal kita belajar adab menuntut ilmu, jika kita biasa bercerita dengan suami, ceritakan ilmu yang kita dapatkan dan kemudian terapkan dalam kehidupan sehari-hari. InsyaAllah perubahan kita ke arah yang lebih baik selama berproses menjadi ibu profesional dapat dirasakan oleh keluarga.

strateginya, seperti yang telah kita pelajari di adab menuntut ilmu kemaren. setelah kita mendapat ilmu, terapkan dan evaluasi. lakukan perbaikan ke arah yg lebih baik. begitu terus sampai kita mendapat gelar Almarhumah di universitas kehidupan ini 😊

menjadi ibu profesional bukanlah sebuah beban, tapi bagaimana kita berproses ke arah yang lebih baik sebagai istri, ibu dan anak (terhadap orang tua) ✅

4⃣ Assalamualaikum bunda ayu, sebagai yang masih single tentu saja banyak hal yang berseliweran dikepala saya dan terkait materi ibu profesional, bagaimana jika setelah lulus nanti ingin saya tuangkan ke dalam tulisan tepatnya buku, agar semakin banyak yang berminat belajar dalam kelas matrikulasi ini sedari mereka belum menikah, bolehkan dan kira2 hal apa saja yang harus saya perhatikan terkait isi buku?
Terima kasih 😊

- Eka -

4⃣ mba eka, sangat boleh menuangkan ke dalam sebuah buku mba. sedikit share, matrikulasi batch 2 iip bekasi bahkan sudah menghasilkan buku yang berhubungan dengan materi matrikulasi ini.

hal yang perlu diperhatikan sudah kita pelajari di materi pertama tentang adab menuntut ilmu ya mba :eka ✅

Pertanyaan
5⃣ Tingkatan Bunda PROFESIONAL,
Dari mulai Bunda sayang hingga Bunda sholehah

Apakah dengan menjadi Ibu Professional harus didukung oleh seorang suami dlm prosesnya, bagaimana agar suami turut membantu dlm tahapan2 Bunda diatas? Dan bagaimana jika single parents yg harus berjuang u/ kehidupannya?

- Fida Yanti -

Dukungan dari suami sangat diperlukan. misalnya saja jika bunda ingin belajardi group ini, sudahkah meminta izin suami? Jika tidak diizinkan oleh suami, sebaiknya tidak dilakukan . 😊
jika diizinkan oleh suami, saatnya kita melakukan perbaikan.

Tips dari Pak Dodik, jika seandainya ada yang mau kita ubah di dalam keluarga (termasuk suami dan anak-anak), maka lakukan perubahan terhadap diri sendiri dulu. lambat laun nanti suami akan merasakan manfaat perubahan kita dan tergoda untuk terlibat.
Untuk single parents, sama mba. namun bedanya ada tambahan tugas, yaitu menjadi tulang punggung keluarga.
kuncinya di manajemen waktu dan jangan pernah berhenti menuntut ilmu 😊✅

Pertanyaan
6⃣ 1. Apakah mungkin predikat 'Ibu Profesional' dicapai jika tinggal serumah dgn neneknya anak2? Jika mungkin,kira2 bagaimana tips supaya cara mendidik anak tidak berbenturan dgn keinginan nenek yg juga ingin mendidik cucunya.

2. Apa contoh "misi spesifik di muka bumi" bagi seorang ibu.

- Anggun -

6⃣ mba anggun, predikat ibu profesional dapat dicapai oleh siapapun. Sedikit cerita tentang tips dari bu septi jika tinggal serumah dengan nenek. selalu komunikasikan tentang pengasuhan anak dengan nenek jika ada yg berbenturan. tetapi tetap dengan cara yang baik. kuncinya komunikasi produktif. bangun kedekatan dengan nenek sehingga jika ada pebedaan pendapat kita enak komunikasinya, kalau perlu sering sering berikan beliau hadiah (barang yg disukainya).

jika ada perbedaan tentang pengasuhan anak dengan nenek, komunikasikan ke suami terlebih dahulu, kemudian diskusi dengan nenek (bisa kita atau minta tolong dengan suami jika diperlukan). setelah itu, baru diskusikan dengan anak supaya anak tidak memiliki 2 pemahaman yang berbeda dan ia bingung menentukan mana yg benar,

Contoh "misi spesifik di muka bumi" berbeda beda setiap ibu, ada yg mempunyai misi sebagai "edukator". selanjutnya tentang "misi spesifik" kan dipelajari di materi selanjutnya ya mba anggun 😊 ✅

7⃣Pertanyaan:
Tahapan menjadi Ibu Profesional ada 4. Apakah untuk mencapai Bunda Produktif itu berarti harus melewati 2 tahapan sebelumnya? Tidak bisakah bersamaan?

Setelah menikah dan punya anak saya agak terkejut bagaimana tugas Ibu tanpa ART begitu banyak dan menyita tenaga, padahal anak baru satu. Ada kalanya saya ingin kembali kuliah atau bekerja, namun saya lupakan lagi mengingat hak anak untuk saya asuh sendiri adalah prioritas. Namun jenuh karena seharian di rumah lebih sering melanda. Belakangan suami menyarankan saya kembali kuliah, urusan anak dan rumah tangga katanya nanti akan menyesuaikan sendiri, namun saya masih ragu.

Apakah saya harus fokus dulu dalam memanage anak dan seluruh urusan rumah tangga, atau nekat kuliah lagi tanpa pikir panjang?

-Afie

waktu family camp tahun lalu, ada juga yg bertanya tentang "tinggal serumah dengan nenek", saran dari pak dodik yaitu sebisa mungkin untuk pisah rumah dengan keluarga lain. tetapi jika tidak memungkinkan, kembali lagi ke komunikasi. selalu komunikasi dan diskusikan jika ada perbedaan pendapat.
Mba afie, mengutip kata bu septi "bersungguh sungguhlah kamu di dalam, maka engkau akan keluar dengan kesungguhanmu". ini yang telah dirasakan oleh bu septi, dulu beliau memutuskan untuk menyimpan baik baik ijazahnya dan menolak pengangkatan dirinya sebagai PNS karena pak dodik meminta beliau agar anaknya dididik sendiri oleh ibunya, bukan oleh neneknya atau orang lain.

kemudian bu septi benar benar fokus ke mendidik anak dan memperbaiki manajemen rumah tangga, sehingga lahirlah jarimatika, abaca baca, jari Al-qur'an. kemudian kurikulum bunda sayang dan bunda cekatan.

tetapi jika memang tahapan bunda produktif adalah sebuah keharusan, maka kuncinya yaitu manajemen waktu yg harus diperhatikan. "delegasikan" tugas jika memang perlu di delegasikan.

terkait dengan lanjut kuliah, itu tergantung dengan kesepakatan mba dengan suami. setiap keputusan selalu ada konsekuensi, konsekuensi itu yg harus dipahami oleh mba, suami dan keluarga :)
misal, jika bunda kuliah lagi, otomatis waktu bunda bersama anak anak berkurang, pekerjaan bunda yang awalnya dikerjakan sendiri bisa dibantu oleh suami dan anak-anak dan hal hal lainnya ✅

8⃣Pertanyaan:
1. Apakah seorang ibu dgn gangguan mood swing bs menjadi seorang ibu profesional?
2. Apa yg harus dilakukan seorang ibu dgn inner child yg kurang menyenangkan agar bisa berkualitas dlm mendidik anaknya?
-annisa-

8⃣ mba annisa, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, semua ibu bisa menjadi seorang ibu profesional 😊
gangguan mood swing atau inner child sebenarnya kita sendiri yang menciptakan. jangan pernah jadikan "masalah" sebagai hambatan untuk kita menjadi lebih baik.
pada materi komunikasi produktif, bu septi menjelaskan ganti kata "masalah" sebagai "tantangan". karena jika kita mengatakan tantangan, badan kita akan tetap dan kita lebih bersemangat untuk menyelesaikan "masalah" tersebut. sama halnya dengan "mood swing atau inner child", jadikan 2 hal itu sebagai tantangan untuk kita menghadapinya dan berubah. 😊✅

9⃣ Bagaimana caranya menghadapi pihak ekternal yg suka membicarakan kita berpendidikan tinggi tp cuman jd ibu rumah tangga?

- Anita -

9⃣ mba anita, begini penjelasan bu septi, ketika dulu kita bertanya ttg bisikan bisikan dari pihak eksternal
"kalau saya dulu berusaha untuk menutup mata dan telinga sekenceng-kencengnya, kemudian mengafirmasi diri, bahwa ini pilihan terbaik, dan saya akan menghargai pilihan saya. Karena kadangkita minta orang lain menghargai profesi/ pilihan hidup yang kita ambil, diri kita sendiri justru tidak menghargainya. Apa contohnya?

Dulu saya selalu pakai daster all day, ini adalah bukti bahwa diri saya sendiri saja tidak menghargai pilihan profesi yang saya ambil.

Maka prinsipnya adalah

"For THINGS to CHANGE, I must CHANGE FIRST"

mulailah berubah dari diri kita sendiri, setelah itu saya gunakan prinsip selanjutnya

"Selama ALLAH dan RASULNYA" tidak MURKA, maka saya akan jalan terus"✅

1⃣0⃣ Untuk menjadi ibu profesional saya masih kesulitan mengelola emosi. Bagaimana mengelola emosi agar tidak mengeluarkan kemarahan dan kesedihan di depan anak? Tkb

Gista

mba gista, jika mba emosi kepada anak karena kesalahan anak, maka coba untuk menaham diri sebentar (sabar sebelum mengeluarkan kata kata), dan ucapkan kalimat produktif (bukan menyebutkan kesalah-kesalahan anak, ditamba dengan bumbu bumbu kalimat yang menyakitkan hati sang anak)

contohnya "saya kutip dari materi komunikasi produktif bu septi di kelas bunda sayang"

c. Katakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan

⛔Kalimat tidak produktif:
“Nak, Ibu tidak ingin kamu nge-game terus sampai lupa sholat, lupa belajar!”

✅Kalimat produktif:
“Nak, Ibu ingin kamu sholat tepat waktu dan rajin belajar”

d. Fokus ke depan, bukan masa lalu

⛔Kalimat tidak produktif:
“Nilai matematikamu jelek sekali, cuma dapat 6! Itu kan gara-gara kamu nge-game terus,sampai lupa waktu, lupa belajar, lupa PR. Ibu juga bilang apa. Makanya nurut sama Ibu biar nilai tidak jeblok. Kamu sih nggak mau belajar sungguh-sungguh, ibu jengkel!”

✅Kalimat produktif:
“Ibu lihat nilai rapotmu, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ada yang bisa ibu bantu? Sehingga kamu bisa mengubah strategi belajar menjadi lebih baik lagi”

e. Ganti kata ‘TIDAK BISA” menjadi “BISA”

Otak kita akan bekerja seseai kosa kata. Jika kita mengatakan “tidak bisa” maka otak akan bekerja mengumpulkan data-data pendukung faktor ketidakbisaan tersebut. Setelah semua data faktor penyebab ketidakbisaan kita terkumpul, maka kita malas mengerjakan hal tersebut yang pada akhirnya menyebabkan ketidakbisaan sesungguhnya. Begitu pula dengan kata “BISA” akan membukakan jalan otak untuk mencari faktor-faktor penyebab bisa tersebut, pada akhirnya kita BISA menjalankannya.

f. Fokus pada solusi bukan pada masalah

⛔Kalimat tidak produktif:
“Kamu itu memang tidak pernah hati-hati, sudah berulangkali ibu ingatkan, kembalikan mainan pada tempatnya, tidak juga dikembalikan, sekarang hilang lagi kan, rasain sendiri!”

✅Kalimat produktif:
“Ibu sudah ingatkan cara mengembalikan mainan pada tempatnya, sekarang kita belajar memasukkan setiap kategori mainan dalam satu tempat. Kamu boleh ambil mainan di kotak lain, dengan syarat masukkan mainan sebelumnya pada kotaknya terlebih dahulu”.

g. Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan

Berikanlah pujian dan kritikan dengan menyebutkan perbuatan/sikap apa saja yang perlu dipuji dan yang perlu dikritik. Bukan hanya sekedar memberikan kata pujian dan asal kritik saja. Sehingga kita mengkritik sikap/perbuatannya bukan mengkritik pribadi anak tersebut.

⛔Pujian/Kritikan tidak produktif:

“Waah anak hebat, keren banget sih!”
“Aduuh, nyebelin banget sih kamu!”

✅Pujian/Kritikan produktif:
“Mas, caramu menyambut tamu Bapak/Ibu tadi pagi keren banget, sangat beradab, terima kasih ya Nak”

“Kak, bahasa tubuhmu saat kita berbincang-bincang dengan tamu Bapak/Ibu tadi sungguh sangat mengganggu, bisakah kamu perbaiki lagi?”

h. Gantilah nasihat menjadi refleksi pengalaman

⛔Kalimat Tidak Produktif:
“Makanya jadi anak jangan malas, malam saat mau tidur, siapkan apa yang harus kamu bawa, sehingga pagi tinggal berangkat.”

✅Kalimat Produktif:
“Ibu dulu pernah merasakan tertinggal barang yang sangat penting seperti kamu saat ini, rasanya sedih dan kecewa banget, makanya ibu selalu mempersiapkan segala sesuatunya di malam hari menjelang tidur. ✅

Pertanyaan
1⃣1⃣ 1. berkaitan dengan NHW yang lalu, saya melihat jawaban dari apa yang ingin dipelajari pada NHW lalu, tercermin pada Tahapan Ibu Profesional - Bunda produktif, apakah saya bisa langsung menjadi Bunda produktif, tanpa melalui bunda sayang & cekatan?
2. bagaimana bentuk evaluasi dari indikator keberhasilan seorang Ibu pro? pertanyaan2 sebagai indikatornya, bagaimana bentuk pengukurannya? kalau dikantor biasanya kita punya KPI, apakah sebagai Ibu pro kita juga harus punya KPI?

- Ayu Rachmawati -

1⃣1⃣ 1. Mb Ayu, materi yang ada di IIP sudah disusun sedemikian rupa, step by step yang akan mengantarkan para Bunda insya Allah lebih mengenal jatidiri dan perannya baik dalam keluarga maupun di masyarakat. Dua tahap pertama adalah pijakannya. Idealnya, setiap tahap harus kuat pijakannya, karena tangga berikutnya masih tinggi.
Jika belum kuat di pijakan awal dan buru-buru naik ke pijakan berikutnya, biasa terjadi ketidak seimbangan. Minimal dengan masuk di Ibu Profesional, kita makin paham road map kita. Sehingga kelak bisa mengatakan ON TRACK atau OFF TRACK

1⃣1⃣ 2. Indikator keberhasilan ini akan dipelajari dalam NHW berikutnya. Sekedar bocoran, sebagai seorang istri dan ibu, kostumer loyal yang harus kita layani adalah suami dan anak-anak. Nah, dari merekalah kita akan tahu apakah kita sudah layak dianggap profesional? ✅

1⃣2⃣ Saat ini saya masih tinggal bersama ibu mertua (alm ayah mertua udah meninggal) dan ga mungkin kita pindah dari rumah ibu mertua.
Urusan rumah seperti memasak dilakukan oleh ibu mertua karena memang ibu mertua saya suka sekali memasak.
Pekerjaan rumah seperti mencuci baju saya lakukan sendiri dengan mesin. Setrika baju dan rapi2 rumah dibantu asisten.
Keseharian saya bekerja di Instansi Pemerintah office hour kadang sampai lembur.
Selama ini saya memaksimalkan waktu untuk belajar bersama anak di waktu setelah sholat subuh seperti mangajari anak belajar ngaji (baca iqro) dan mengulang hapalan surat2 pendek Al-Qur'an saat antar perjalanan kesekolah naik motor.
Yang ingin saya tanyakan: apa yang bisa saya lakukan untuk menjadi Ibu Professional Kebanggaan Keluarga dengan keadaan dan keterbatasan saya yang seperti ini..
Terima kasih atas jawabannya.. 🙏🏻🙏🏻

- Sandra -

1⃣2⃣ Mb Sandra, yang dilakukan selama ini sudah cukup baik koq, yaitu berusaha mendidik anak secara langsung, dengan keterbatasan waktu yang dimiliki. Nah, supaya anak memperoleh apa yang diharapkan oleh orangtuanya, maka luangkan waktu mbak untuk melatih orang dewasa di sekitar anak-anak, kalau terpaksa memang harus meninggalkan mereka dari pagi-petang. Jadi tidak akan ada kesenjangan gaya mendidik dan Mb Sandra bisa tenang meninggalkan anak di rumah, karena yakin bahwa anak berada di bawah pengasuhan yang tepat. Jika dengan suami, berusahalah sebaik mungkin untuk menjadi partner beliau. ✅

Pemilihan bahasa yang tepat, sangat mempengaruhi perkembangan mental dan karakter anak, saya merasakan sendiri. Tumbuh dengan orang tua yang secara emosional blm stabil, dan penggunaan bahasa yang kasar. Membuat saya dan adik adik saya pun tumbuh menjadi org yg berwatak dan karakter keras, dengan pengendalian emosi yg kurang baik. Alhamdulillah mengambil keputihan jauh dari ortu, terutama Ibu, membantu saya melepaskan sedikit sedikit didikan ibu saya dan juga nenek saya (secara tdk langsung melalui ibu).

Sedikit tambahan ya mb Febbi.. Biar gak terlalu ngebeban niih, ada tips dari bu Septi juga...

Jika emosi sedang terpancing, menghindar sebentar dari anak dan katakan “Ibu butuh waktu sebentar, kalian bermain sendiri dulu ya”. Lantas masuklah kamar atau kamar mandi dan terserah, mau nangis boleeeh, mau mandi juga boleh. Hehehe... Kalau dalam Islam, jika sedang esmosih jiwa, sebaiknya gimana? Wudhu kan? Emosi itu anggaplah hawa panas yang dapat diredam dengan sesuatu yang sejuk, seperti air. Ada juga yang mengatakan, jika sedang dalam keadaan emosi, maka duduklah, kalau masih emosi juga, berbaringlah. Jika masih emosi juga, segeralah berwudhu dan sholatlah.
Bu Septi pernah cerita, Pak Dodik akan tahu bagaimana suasana hati istrinya cukup dengan melihat rekening listrik. Jika tagihan listrik melonjak, berarti Sang Istri sedang mempunyai masalah entah dengan anak-anak ataupun dengan suami. Bu Septi punya kebiasaan, jika sedang emosi, akan mengurung diri di kamar mandi, dengan keran air yang mengucur terus, supaya tak terdengar sedang menangis.
Lanjuuut , jika emosi telah stabil dekati kembali anak dan bicarakan permasalahannya dengan menggunakan komunikasi produktif . Wah apa itu? Materi ini akan dipelajari di Bunda Sayang, sabar yaa.. 

Rabu, 25 Januari 2017

Matrikulasi IIP: Komunikasi Produktif

Sebenernya material kulwap ya belom sampai sini, tp mbak fasilitator nya ngasih link ini, ini keren banget Dan wajib di pin, jd sekalian Aku post di blog aja ya.. buat self reminder. Karena komunikasi ini masalah saya sekaliiiii yg udah sering diingetin tapi Begitu lagi Begitu lagiiiii 🙈🙈🙈 Jadi harus sering" dibaca ya maaaak 😅😅😅

_Institut Ibu Profesional_
_Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1_

*KOMUNIKASI PRODUKTIF*

Selisih paham sering kali muncul bukan karena isi percakapan melainkan dari cara penyampaiannya. Maka di tahap awal ini penting bagi kita untuk belajar cara berkomunikasi yang produktif,  agar tidak mengganggu hal penting yang ingin kita sampaikan,  baik kepada diri sendiri,  kepada pasangan hidup kita dan anak-anak kita.

*_KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI_*

Tantangan terbesar dalam komunikasi adalah mengubah pola komunikasi diri kita sendiri. Karena mungkin selama ini kita tidak menyadarinya bahwa komunikasi diri kita termasuk ranah komunikasi yang tidak produktif.

Kita mulai dari pemilihan kata yang kita gunakan sehari-hari.

*_Kosakata kita adalah output dari struktur berpikir  dan cara kita berpikir_*

Ketika kita selalu berpikir positif maka kata-kata yang keluar dari mulut kita juga kata-kata positif, demikian juga sebaliknya.

_Kata-kata anda itu membawa energi, maka pilihlah kata-kata anda_

Kata  *masalah* gantilah dengan *tantangan*

Kata *Susah* gantilah dengan *Menarik*

Kata *Aku tidak tahu* gantilah *Ayo kita cari tahu*

Ketika kita berbicara “masalah” kedua ujung bibir kita turun, bahu tertunduk, maka kita akan merasa semakin berat dan tidak bisa melihat solusi.

Tapi jika kita mengubahnya dengan “TANTANGAN”, kedua ujung bibir kita tertarik, bahu tegap, maka nalar kita akan bekerja mencari solusi.

*_Pemilihan diksi (Kosa kata) adalah pencerminan diri kita yang sesungguhnya_*

Pemilihan kata akan memberikan efek yang berbeda terhadap kinerja otak. Maka kita perlu berhati-hati dalam memilih kata supaya hidup lebih berenergi dan lebih bermakna.

Jika diri kita masih sering berpikiran negatif, maka kemungkinan diksi (pilihan kata) kita juga kata-kata negatif, demikian juga sebaliknya.

*_KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN_*

Ketika berkomunikasi dengan orang dewasa lain, maka awali dengan kesadaran bahwa “aku dan kamu” adalah 2 individu yang berbeda dan terima hal itu.

Pasangan kita dilahirkaan oleh ayah ibu yang berbeda dengan kita, tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang berbeda, belajar pada kelas yang berbeda, mengalami hal-hal yang berbeda dan banyak lagi hal lainnya.

Maka sangat boleh jadi pasangan kita memiliki *_Frame of Reference (FoR)_* dan *_Frame of Experience (FoE)_* yang berbeda dengan kita.

FoR adalah cara pandang, keyakinan, konsep dan tatanilai yang dianut seseorang. Bisa berasal dari pendidikan ortu, bukubacaan, pergaulan, indoktrinasi dll.

FoE adalah serangkaian kejadian yang dialami seseorang, yang dapat membangun emosi dan sikap mental seseorang.

FoE dan FoR mempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu pesan/informasi yang datang kepadanya.

Jadi jika pasangan memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda atas sesuatu, ya tidak apa-apa, karena FoE dan FoR nya memang berbeda.

Komunikasi dilakukan untuk *MEMBAGIKAN* yang kutahu kepadamu, sudut pandangku agar kau mengerti, dan demikian pula SEBALIKnya.

*_Komunikasi yang baik akan membentuk FoE/FoR ku dan FoE/FoR mu ==> FoE/FoR KITA_*

Sehingga ketika datang informasi akan dipahami secara sama antara kita dan pasangan kita, ketika kita menyampaikan sesuatu,  pasangan akan menerima pesan kita itu seperti yang kita inginkan.

Komunikasi menjadi bermasalah ketika menjadi *MEMAKSAKAN* pendapatku kepadamu, harus kau pakai sudut pandangku dan singkirkan sudut pandangmu.

Pada diri seseorang ada komponen NALAR dan EMOSI; *_bila Nalar panjang - Emosi kecil; bila Nalar pendek - Emosi tinggi_*

Komunikasi antara 2 orang dewasa berpijak pada Nalar.
Komunikasi yang sarat dengan aspek emosi terjadi pada anak-anak atau orang yang sudah tua.

Maka bila Anda dan pasangan masih masuk kategori Dewasa --sudah bukan anak-anak dan belum tua sekali-- maka selayaknya mengedepankan Nalar daripada emosi, dasarkan pada fakta/data dan untuk problem solving.

Bila Emosi anda dan pasangan sedang tinggi, jeda sejenak, redakan dulu ==> agar Nalar anda dan pasangan bisa berfungsi kembali dengan baik.

Ketika Emosi berada di puncak amarah (artinya Nalar berada di titik terendahnya) sesungguhnya TIDAK ADA komunikasi disana, tidak ada sesuatu yang dibagikan; yang ada hanya suara yang bersahut-sahutan, saling tindih berebut benar.

Ada beberapa kaidah yang dapat membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas komunikasi Anda dan pasangan:

1. *Kaidah 2C: Clear and Clarify*

Susunlah pesan yang ingin Anda sampaikan dengan kalimat yang jelas (clear) sehingga mudah dipahami pasangan. Gunakan bahasa yang baik dan nyaman bagi kedua belah pihak.

Berikan kesempatan kepada pasangan untuk bertanya, mengklarifikasi (clarify) bila ada hal-hal yang tidak dipahaminya.

2. *Choose the Right Time*

Pilihlah waktu dan suasana yang nyaman untuk menyampaikan pesan. Anda yang paling tahu tentang hal ini. Meski demikian tidak ada salahnya bertanya kepada pasangan waktu yang nyaman baginya berkomunikasi dengan anda, suasana yang diinginkannya, dll.

3. *Kaidah 7-38-55*

Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi.

Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).

Anda tentu sudah paham mengenai hal ini. Bila pasangan anda mengatakan "Aku jujur. Sumpah berani mati!" namun matanya kesana-kemari tak berani menatap Anda, nada bicaranya mengambang maka pesan apa yang Anda tangkap? Kata-kata atau bahasa tubuh dan intonasi yang lebih Anda percayai?

Nah, demikian pula pasangan dalam menilai pesan yang Anda sampaikan, mereka akan menilai kesesuaian kata-kata, intonasi dan bahasa tubuh Anda.

4. *Intensity of Eye Contact*

Pepatah mengatakan _mata adalah jendela hati_

Pada saat berkomunikasi tataplah mata pasangan dengan lembut, itu akan memberikan kesan bahwa Anda terbuka, jujur, tak ada yang ditutupi. Disisi lain, dengan menatap matanya Anda juga dapat mengetahui apakah pasangan jujur, mengatakan apa adanya dan tak menutupi sesuatu apapun.

5. *Kaidah: I'm responsible for my communication results*

Hasil dari komunikasi adalah tanggung jawab komunikator, si pemberi pesan.

Jika si penerima pesan tidak paham atau salah memahami, jangan salahkan ia, cari cara yang lain dan gunakan bahasa yang dipahaminya.

Perhatikan senantiasa responnya dari waktu ke waktu agar Anda dapat segera mengubah strategi dan cara komunikasi bilamana diperlukan. Keterlambatan memahami respon dapat berakibat timbulnya rasa jengkel pada salah satu pihak atau bahkan keduanya.

*KOMUNIKASI DENGAN ANAK*

Anak –anak itu memiliki gaya komunikasi yang unik.

*_Mungkin mereka tidak memahami perkataan kita, tetapi mereka tidak pernah salah meng copy_*

Sehingga gaya komunikasi anak-anak kita itu bisa menjadi cerminan gaya komunikasi orangtuanya.

Maka kitalah yang harus belajar gaya komunikasi yang produktif dan efektif. Bukan kita yang memaksa anak-anak untuk memahami gaya komunikasi orangtuanya.

Kita pernah menjadi anak-anak, tetapi anak-anak belum pernah menjadi orangtua, sehingga sudah sangat wajar kalau kita yang harus memahami mereka.

Bagaimana Caranya ?

a. *Keep Information Short & Simple (KISS)*

Gunakan kalimat tunggal, bukan kalimat majemuk

⛔Kalimat tidak produktif :
“Nak, tolong setelah mandi handuknya langsung dijemur kemudian taruh baju kotor di mesin cuci ya, sisirlah rambutmu, dan jangan lupa rapikan tempat tidurmu.

✅Kalimat Produktif :
“Nak, setelah mandi handuknya langsung dijemur ya”  ( biarkan aktivitas ini selesai dilakukan anak, baru anda berikan informasi yang lain)

b. *Kendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah*

Masih ingat dengan rumus 7-38-55 ? selama ini kita sering menggunakan suara saja ketika berbicara ke anak, yang ternyata hanya 7% mempengaruhi keberhasilan komunikasi kita ke anak. 38% dipengaruhi intonasi suara dan 55% dipengaruhi bahasa tubuh

⛔Kalimat tidak produktif:
“Ambilkan buku itu !” ( tanpa senyum, tanpa menatap wajahnya)

✅Kalimat Produktif :
“Nak, tolong ambilkan buku itu ya” (suara lembut , tersenyum, menatap wajahnya)

Hasil perintah pada poin 1 dengan 2 akan berbeda. Pada poin 1, anak akan mengambilkan buku dengan cemberut. Sedangkan poin 2, anak akan mengambilkan buku senang hati.

c.  *Katakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan*

⛔Kalimat tidak produktif :
“Nak, Ibu tidak ingin kamu ngegame terus sampai lupa sholat, lupa belajar !”

✅Kalimat produktif :
“Nak, Ibu ingin kamu sholat tepat waktu dan rajin belajar”

d.  *Fokus ke depan, bukan masa lalu*

⛔Kalimat tidak produktif :
“Nilai matematikamu jelek sekali,Cuma dapat 6! Itu kan gara-gara kamu ngegame terus,sampai lupa waktu,lupa belajar, lupa PR. Ibu juga bilang apa. Makanya nurut sama Ibu biar nilai tidak jeblok. Kamu sih nggak mau belajar sungguh-sungguh, Ibu jengkel!”

✅Kalimat produktif :
“Ibu lihat nilai rapotmu, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ada yang bisa ibu bantu? Sehingga kamu bisa mengubah strategi belajar menjadi lebih baik lagi”

e. *Ganti kata ‘TIDAK BISA” menjadi “BISA”*

Otak kita akan bekerja seseai kosa kata. Jika kita mengatakan “tidak bisa” maka otak akan bekerja mengumpulkan data-data pendukung faktor ketidakbisaan tersebut. Setelah semua data faktor penyebab ketidakbisaan kita terkumpul , maka kita malas mengerjakan hal tersebut yang pada akhirnya menyebabkan ketidakbisaan sesungguhnya. Begitu pula dengan kata “BISA” akan membukakan jalan otak untuk mencari faktor-faktor penyebab bisa tersebut, pada akhirnya kita BISA menjalankannya.

f. *Fokus pada solusi bukan pada masalah*

⛔Kalimat tidak produktif :
“Kamu itu memang tidak pernah hati-hati, sudah berulangkali ibu ingatkan, kembalikan mainan pada tempatnya, tidak juga dikembalikan, sekarang hilang lagi kan, rasain sendiri!”

✅Kalimat produktif:
“ Ibu sudah ingatkan cara mengembalikan mainan pada tempatnya, sekarang kita belajar memasukkan setiap kategori mainan dalam satu tempat. Kamu boleh ambil mainan di kotak lain, dengan syarat masukkan mainan sebelumnya pada kotaknya terlebih dahulu”.

g. *Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan*

Berikanlah pujian dan kritikan dengan menyebutkan perbuatan/sikap apa saja yang perlu dipuji dan yang perlu dikritik. Bukan hanya sekedar memberikan kata pujian dan asal kritik saja. Sehingga kita mengkritik sikap/perbuatannya bukan mengkritik pribadi anak tersebut.

⛔Pujian/Kritikan tidak produktif:

“Waah anak hebat, keren banget sih”
“Aduuh, nyebelin banget sih kamu”

✅Pujian/Kritikan produktif:
“Mas, caramu menyambut tamu Bapak/Ibu tadi pagi keren banget, sangat beradab, terima kasih ya nak”

“Kak, bahasa tubuhmu saat kita berbincang-bincang dengan tamu Bapak/Ibu tadi sungguh sangat mengganggu, bisakah kamu perbaiki lagi?”

h. *Gantilah nasihat menjadi refleksi pengalaman*

⛔Kalimat Tidak Produktif:
“Makanya jadi anak jangan malas, malam saat mau tidur, siapkan apa yang harus kamu bawa, sehingga pagi tinggal berangkat”

✅Kalimat Produktif:
“Ibu dulu pernah merasakan tertinggal barang yang sangat penting seperti kamu saat ini, rasanya sedih dan kecewa banget, makanya ibu selalu mempersiapkan segala sesuatunya di malam hari menjelang tidur.

I. *Gantilah kalimat interogasi dengan pernyataan observasi*

⛔Kalimat tidak produktif :
“Belajar apa hari ini di sekolah? Main apa saja tadi di sekolah?

✅Kalimat produktif :
“ Ibu lihat matamu berbinar sekali hari ini,sepertinya  bahagia sekali di sekolah,  boleh berbagi kebahagiaan dengan ibu?”

j. *Ganti kalimat yang Menolak/Mengalihkan perasaan dengan kalimat yang menunjukkan empati*

⛔Kalimat tidak produktif :
"Masa sih cuma jalan segitu aja capek?"

✅kalimat produktif :
kakak capek ya? Apa yang paling membuatmu lelah dari perjalanan kita hari ini?

k. *Ganti perintah dengan pilihan*

⛔kalimat tidak produktif :
“ Mandi sekarang ya kak!”

✅Kalimat produktif :
“Kak 30 menit  lagi kita akan berangkat, mau melanjutkan main 5 menit lagi,  baru mandi, atau mandi sekarang, kemudian bisa melanjutkan main sampai kita semua siap berangkat

Salam Ibu Profesional,
/Tim Bunda Sayang IIP/

Sumber bacaan:
_Albert Mehrabian, Silent Message : Implicit Communication of Emotions and attitudes, e book, paperback,2000_

_Dodik mariyanto, Padepokan Margosari : Komunikasi Pasangan, artikel, 2015_

_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Komunikasi Produktif, Gaza Media, 2014_

_Hasil wawancara dengan Septi Peni Wulandani tentang pola komunikasi di Padepokan Margosari_

***