Rabu, 11 April 2012

Syukur

Bismillah,

Ini adalah lagu yang sering kami nyanyikan untuk anak-anak kami dan untuk kami sendiri untuk mengingatkan agar selalu mensyukuri nikmat Nya.

Ya Allah, kupanjatkan
syukurku kepada Mu
Betapa banyak nikmat
yang telah kau berikan


Nikmat Iman,
Nikmat Islam,
Nikmat sehat,
kurasakan...


Ilmu,
Waktu luang,
dan Rizki,
Kau berikan...

Ternyata jika kita memperhatikan, begitu banyak Nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Apakah kita telah menggunakan Nikmat tersebut dengan baik?

Semoga kita selalu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menggunakan Nikmat Nya untuk kebaikan sesama. Aamiin...  

Senin, 12 Maret 2012

Mari bersyukur

Bismillah,

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah. Tetap jalani hidup ini mlakukan yang terbaik. Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya. Untuk hambanya yang sabar dan tak pernah putus asa.
Walau terkadang hidup kita masih belum sesuai seperti yang kita inginkan, hidup adalah anugrah. Mensyukuri apa yang kita memiliki memantaskan kita mendapatkan yang belum kita miliki.
Tetap semangat.

Senin, 05 Maret 2012

Ikhlas

Bismillah,
Ternyata memang niat untuk melakukan sesuatu jangan transactional (melakukan untuk mendapatkan). Ketika perbuatan dilakukan karena transactional akan lebih mudah muncul kekecewaan dan menuntut dr orang lain. Misalnya jika kita mencintai dengan harapan untuk dicintai, maka kita akan fokus mempertanyakan apakah kita dicintai? Mengapa yang kita cintai tidak melakukan ini itu sesuai harapan kita? contoh lain dalam bekerja. kita jadi menghitung pekerjaan kita, seharusnya dinilai bagus, tapi kok? Mengapa begini begitu yang tidak sesuai harapan kita?
Pertanyaan tersebut muncul karena sudut pandang kita transactional. Padahal sebenarnya segala sesuatu adalah sebab akibat. sudut pandang transactional menjadikan kita fokus pada akibat. seandainya kita lebih fokus untuk meningkatkan sebab, pasti akibat baik yang kita terima pasti lebih banyak.
Untuk fokus pada sebab, kita memerlukan sudut pandang ikhlas, dimana kita berusaha terus semaksimal mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Sang Maha Membalas. Semoga dengan ikhlas dan sabar kita bisa melakukan lebih banyak hal baik yang menjadikan kita pantas untuk akibat baik.    

Minggu, 04 Maret 2012

Apa kebutuhanmu?

Bismillah,

Menurut Tony Robbins, ada 6 kebutuhan dasar manusia :
1. Certainty : stabilitas dan kenyamanan
2. Variety : stimulus dan perubahan
3. Significance : merasa spesial dan mendapat perhatian
4. Love & connection : cinta, koneksi dan hubungan dengan orang lain
5. Growth : tumbuh dan berkembang
6. Contribution : memberi di luar diri sendiri

Dalam melakukan segala sesuatu sebenarnya kita selalu mengevaluasi 2 pertanyaan utama :
1. Kebutuhan mana yang paling penting untuk kita?
2. Bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan tersebut?

Jawaban kita tersebut sangat bergantung pada bagaimana kita mempersepsikan dunia kita, apa yang kita percayai, nilai yang kita punya, dan pilihan yang kita buat untuk memenuhi kebutuhan kita.

Jadi jika kita belum puas dengan kondisi saat ini, maka ada sesuatu yang kurang pas. Mungkin ada kepercayaan yang kita buat-buat sehingga membatasi kita, atau ada yang kurang pas dalam cara pandang kita melihat segala sesuatu.

Masa lalu sudah berlalu, mari kita jadikan pelajaran.
Masa depan belum terjadi, maka jangan terlalu dikhawatirkan.
Masa kini adalah fokus kita. So, take action and make a difference in our lives.

Semoga bermanfaat. 

Sabtu, 25 Februari 2012

Nilai dan Keyakinan (Values & Beliefs)

Bismillah,

Berhati-hatilah dengan nilai pribadi kita dan hal-hal yang kita yakini karena nilai dan keyakinan ini adalah motor penggerak perilaku kita. Terutama dengan hal-hal kita yakini yang terbentuk karena pengalaman kita. Jangan sampai kegagalan dan kesalahan yang kita lakukan menjadikan kita meyakini bahwa kita tidak mungkin sukses.
Kegagalan dan kesalahan adalah hal yang pasti. Untuk berhasil dan sukses pasti melalui tahap kegagalan. Yang perlu diperhatikan adalah sikap yang benar dalam menghadapi kegagalan. Kita lihat Thomas Alfa Edison yang mengalami ribuan kegagalan sampai akhirnya menemukan bahan yang tepat untuk membuat lampu. Kita lihat juga bagaimana kisah hidup Bill Gates, Steve Jobs, Chrysler dan orang-orang hebat lainnya yang menemui kegagalan/kesulitan yang malah membuatnya lebih sukses. Kegagalan dan kesalahan bbukan untuk ditakuti tetapi untuk diperbaiki. Dan ternyata dari pengalaman orang-orang sukses, kegagalanlah yang sebenarnya membuat mereka sukses.
Kalau kegagalan itu pasti, berarti kesuksesan itu juga pasti. Dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik setiap kegagalan pasti ada kesuksesan. Tapi, Allah tidak akan merubah nasib seseorang jika orang tersebut tidak mngusahakan nasibnya sendiri.
Jadi kalo gagal, coba lagi, gagal lagi, coba lagi dengan cara yang lain, gagal lagi, coba lagi dengan cara yang lebih keras, lebih cerdas, lebih ikhlas. Selama kita terus mencoba, tidak mungkin gagal. Tapi mencoba pun memerlukan tools dan strategi yang tepat. Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan adalah ikuti jejak orang-orang sukses. "Success leaves clue". Kesuksesan meninggalkan jejak. Pelajarilah pengalaman mereka, pelajarilah kegagalan mereka. Meniru orang sukses supaya kita tidak "reinventing the wheel".
Jadi segeralah melakukan yang baik dan jika gagal/salah perbaiki :-) Yakinlah jika kita selalu mencoba yang terbaik, pasti akan berhasil.
Semoga kita menjadi orang baik yang diijinkan Allah untuk lebih bermanfaat bagi kebaikan banyak orang. Aamiin.

Tersenyumlah

Bismillah,

Semoga dengan catatan ini kita bisa saling mengingatkan :-)

Dalam hidup kita, pasti akan muncul permasalahan", ada yg besar ada yg kecil. ternyata yang paling penting adalah bukan masalahnya, tp bagaimana kita menyikapi masalah tersebut, karena ternyata bukan kita saja yg mempunyai masalah, mungkin ada ribuan bahkan jutaan orang yg memiliki masalah yg sama atau bahkan lebih berat dr masalah kita.

yg paling penting adalah apakah kita meyakini, dari mana dan untuk apa masalah itu datang. yang pasti, Allah itu tidak akan memberi masalah melebihi kemampuan kita dan tidak ada maksud Allah untuk selain memuliakan kita.
cara kita memandang masalah tergantung dari evaluasi yg kita lakukan melalui pertanyaan" yg kita buat sendiri. pertanyaan seperti: "mengapa ini terjadi padaku?", "salah apa aku hingga mendapatkan masalah ini"?, "mengapa Allah memberikan cobaan berat ini?", "apakah aku sanggup menghadapinya?". pertanyaan" ini akan melemahkan dan membuat kita ragu thd kemampuan diri kita sendiri.

bagaimana jika kita melihat dr cara yg berbeda, jawaban utamanya 2 hal di atasa yg harus kita pegang: bahwa Allah mengetahui kemampuan kita dan tdk akan memberi masalah di atas kemampuan kita. dan bahwa Allah akan selalu memuliakan kita.

jadi, pertanyaan yg dibuat, sebaiknya berfokus bagaimana caranya untuk meyelesaikan masalah, seperti: "apa yg bs aku lakukan utk menyelesaikan masalah ini?", "apa hikmah yg bs aku pelajari?" "kemampuan apa yg bs aku miliki?", "apa yg bs aku nikmati dr masalah ini?",dan pernyataan positif lain.

dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan dlm setiap episode kehidupan pasti ada sedih dan bahagia. fokuslah pada yg membahagiakan agar hidup kita bahagia. bahagia itu adalah pilihan dan org yg bahagia lebih mudah untuk menyelesaikan masalah dlm hidupnya, karena dia fokus pada yg baik.

apapun yg terjadi dlm kehidupan kita setialah pd yang baik, karena Allah pasti akan memberikan balasan untuk setiap kebaikan yg kita lakukan. tersenyum saja sudah merupakan kebaikan, apalagi kalau kita bs melakukan hal" baik yg lebih besar dan menyelesaikan masalah kita dg tetap tersenyum.

jadi tersenyumlah :)

Rabu, 22 Februari 2012

Rahmi dan Uang


sore ini, seorang kerabat datang, berawal dr transaksi pulsa (yes, kami membuka counter pulsa kecil di rumah), hingga akhirnya ngalor ngidul cerita ke mana-mana, beginilah kalo emak2 doyan cerita, sore hari, lepas lelah kami habiskan dg bertukar cerita, kerennya sih nggosip, tp insya allah, jauh dr ghibah, jd bukan gosip donk ya namanya hehe..

dr sekian banyak cerita yg dibahas, salah satunya adalah uang jajan, kerabat saya yg hitungannya sepupu (umurnya sekitar belasan tahun lebih tua dari saya) mengatakan "umur segini (maksudnya anak2 seumur rahmi dan razan) mah masih enak, ga byk keluar uang. tar gedean dikit deh bentar2 uang"
saya: "emg umur berapa kenal uang"
teteh: "ya bukan uang dalam hal minta jajan ya, tp kaya uang buku, ekskul, dll"

baiklah, saya fikir pembicaraan kita akan mengarah ke kebiasaan konsumtif anak2, karena saya dan suami memiliki pemikiran yg sama ttg penggunaan uang jajan anak2. eh sama kan bi?? hahaha..

setelah si teteh pulang, saya yg sedang memindahkan cucian ke keranjang pakaian (yes, kami tdk menggunakan jasa asisten) tiba2 rahmi menghampiri saya,
rahmi: "bu, td ukhti denger kalo udah gede bisa minta uang ya? skrg kan ukhti udah gede, boleh minta uang donk" *duh gadis cilikku ini sponge bob sekali*
ibu: "ah, kata siapa? itu kan org lain, kalo ukhti kan anak ibu dan abi, kebijakan keluarga kita kan beda"
rahmi: "kenapa beda bu?"*tanya ukhti sambil naik sepeda dan berlalu, bertanya tp seperti tak meminta jawaban.

baiklah, akan ibu jawab disini, dan kelak ketika kau sudah tertarik untuk membuka blog ini kau akan mengerti, sebagai #emakhemat, ibu akan mengajari anak ibu ttg manajemen keuangan, bagaimana cara mengatur keuangan, bagaimana membedakan yg mana kebutuhan yg mana keinginan, sehingga saat kau memegang uang jajanmu sendiri, kau akan tahu bagaimana cara menggunakannya dg baik . untuk sementara, tugas pen-doktrin-an ttg prioritas, biar abi yg handle. ya kan bi? ;p