Rabu, 18 April 2012

Try this at home

Bismillah,

Terinspirasi dari Dr Joe Marshala di Youtube...

Please try this at home...
Cobalah mengangkat barbel (atau apapun). Cobalah mengangkat beberapa kali untuk mendapatkan standar berat barbel. Lalu lakukanlah beberapa percobaan berikut :
1. Sebelum mengangkat coba memikirkan dan mengucapkan kejelekan diri sendiri, misalnya "aku jelek", "aku ga bisa apa apa", "aku selalu gagal", "aku tidak berguna", dst... (Tapi jangan keterusan ya karena berbahaya untuk kesehatan). Setelah memikirkan dan mengucapkan kata-kata tersebut di atas, cobalah untuk mengangkat barbel tersebut. Apakah barbel tersebut menjadi lebih berat dan lebih sulit diangkat?
2. Sebelum mengangkat coba memikirkan dan mengucapkan kelebihan diri sendiri, misalnya "aku cakep/ganteng/cantik", "aku pasti sukses", "aku kuat", "aku pintar", dst... (Kalo yang ini boleh keterusan, tapi jangan jadi sombong ya). Setelah memikirkan dan mengucapkan kata-kata tersebut di atas, cobalah untuk mengangkat barbel tersebut. Apakah barbel tersebut menjadi lebih ringan dan lebih mudah diangkat? 
3. Sama seperti no. 1, tapi coba untuk memikirkan dan mengucapkan kejelekan orang lain ("Dia jelek", dll). Untuk kepentingan percobaan siapa aja boleh. Setelah memikirkan dan mengucapkan kata-kata tersebut di atas, cobalah untuk mengangkat barbel tersebut. Apakah barbel tersebut menjadi lebih berat dan lebih sulit diangkat?
4. Sama seperti no. 2, tapi coba untuk memikirkan dan mengucapkan kelebihan orang lain ("Dia hebat, dll). Untuk kepentingan percobaan siapa aja boleh. Setelah memikirkan dan mengucapkan kata-kata tersebut di atas, cobalah untuk mengangkat barbel tersebut. Apakah barbel tersebut menjadi lebih berat dan lebih sulit diangkat?

Apakah berat barbelnya yang berubah? Ataukah kekuatan kita yang berubah tergantung dari pikiran dan perkataan kita?

Kesimpulannya: Berpikir dan berkata positif terhadap diri kita sendiri dan/atau orang lain akan membuat kita lebih kuat. Jadi, perbanyaklah berpikir dan berkata positif. Tapi bukan berarti kita melupakan atau mengabaikan realita. Realita harus dilihat sebagaimana adanya, baru setelah kita mengetahui titik permasalahannya, kita melakukan pendekatan dengan cara/pikiran/tindakan yang positif.

Semoga bermanfaat dan menjadikan hidup lebih indah.




Kamis, 12 April 2012

Iklan Sewa Apartemen

Bismillah,

Disewakan apartemen Green Palace Kalibata, tipe Studio, luas 18 m2, lantai 10, kosong tanpa furniture, dilengkapi AC, harga Rp 15 Juta (Nego).
Jika berminat dapat menghubungi Arie 0818617417



Terima kasih

Rabu, 11 April 2012

Menggunakan Self Talk

Bismillah,

Ternyata jika kita perhatikan, kita lebih banyak mendengarkan pembicaraan dengan diri kita sendiri (self talk) dibandingkan pembicaraan dengan orang lain. Bahkan pada saat kita berbicara dengan orang lain pun, kita masih berbicara dengan diri sendiri. Misalnya ketika orang berbicara, kita terkadang berbicara dengan diri sendiri mengenai kesan kita terhadap orang tersebut, atau kita berbicara dengan diri sendiri mengenai pendapat kita apakah kita setuju atau tidak dengan yang dibicarakan, dan lain sebagainya.
Jika kita selalu berbicara dengan diri sendiri, maka sebenarnya perasaan yang kita alami adalah karena self talk yang kita lakukan (perkataan kita sendiri), bukan karena perkataan orang lain. Jika kita dihina orang, secara default kita akan mengatakan kepada diri kita sendiri untuk marah, tersinggung, bete dan perasaan buruk lainnya. Bila kita ubah self talk yang kita lakukan menjadi positif, misalnya "tidak ada penghinaan orang yang akan merendahkan diri kita jika kita tidak merendahkan diri sendiri", atau jika kita berbuat kesalahan kita mengatakan kepada diri kita "kesalahan adalah langkah awal menuju keberhasilan selama kita terus berusaha lebih baik" dan self talk positif lainnya yang bisa kita lakukan supaya respon tindakan yang kita lakukan lebih baik.
Semoga dengan mengkondisikan self talk yang kita lakukan menjadi positif, kita menjadi lebih semangat untuk menjalani hidup, lebih bahagia dan lebih bersyukur atas semua Nikmat Nya.
We deserve to be happy :-)

Inspired by DR. Joe Marshala, Repeatlessness (sumber : youtube)

Syukur

Bismillah,

Ini adalah lagu yang sering kami nyanyikan untuk anak-anak kami dan untuk kami sendiri untuk mengingatkan agar selalu mensyukuri nikmat Nya.

Ya Allah, kupanjatkan
syukurku kepada Mu
Betapa banyak nikmat
yang telah kau berikan


Nikmat Iman,
Nikmat Islam,
Nikmat sehat,
kurasakan...


Ilmu,
Waktu luang,
dan Rizki,
Kau berikan...

Ternyata jika kita memperhatikan, begitu banyak Nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Apakah kita telah menggunakan Nikmat tersebut dengan baik?

Semoga kita selalu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menggunakan Nikmat Nya untuk kebaikan sesama. Aamiin...  

Senin, 12 Maret 2012

Mari bersyukur

Bismillah,

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah. Tetap jalani hidup ini mlakukan yang terbaik. Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya. Untuk hambanya yang sabar dan tak pernah putus asa.
Walau terkadang hidup kita masih belum sesuai seperti yang kita inginkan, hidup adalah anugrah. Mensyukuri apa yang kita memiliki memantaskan kita mendapatkan yang belum kita miliki.
Tetap semangat.

Senin, 05 Maret 2012

Ikhlas

Bismillah,
Ternyata memang niat untuk melakukan sesuatu jangan transactional (melakukan untuk mendapatkan). Ketika perbuatan dilakukan karena transactional akan lebih mudah muncul kekecewaan dan menuntut dr orang lain. Misalnya jika kita mencintai dengan harapan untuk dicintai, maka kita akan fokus mempertanyakan apakah kita dicintai? Mengapa yang kita cintai tidak melakukan ini itu sesuai harapan kita? contoh lain dalam bekerja. kita jadi menghitung pekerjaan kita, seharusnya dinilai bagus, tapi kok? Mengapa begini begitu yang tidak sesuai harapan kita?
Pertanyaan tersebut muncul karena sudut pandang kita transactional. Padahal sebenarnya segala sesuatu adalah sebab akibat. sudut pandang transactional menjadikan kita fokus pada akibat. seandainya kita lebih fokus untuk meningkatkan sebab, pasti akibat baik yang kita terima pasti lebih banyak.
Untuk fokus pada sebab, kita memerlukan sudut pandang ikhlas, dimana kita berusaha terus semaksimal mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Sang Maha Membalas. Semoga dengan ikhlas dan sabar kita bisa melakukan lebih banyak hal baik yang menjadikan kita pantas untuk akibat baik.    

Minggu, 04 Maret 2012

Apa kebutuhanmu?

Bismillah,

Menurut Tony Robbins, ada 6 kebutuhan dasar manusia :
1. Certainty : stabilitas dan kenyamanan
2. Variety : stimulus dan perubahan
3. Significance : merasa spesial dan mendapat perhatian
4. Love & connection : cinta, koneksi dan hubungan dengan orang lain
5. Growth : tumbuh dan berkembang
6. Contribution : memberi di luar diri sendiri

Dalam melakukan segala sesuatu sebenarnya kita selalu mengevaluasi 2 pertanyaan utama :
1. Kebutuhan mana yang paling penting untuk kita?
2. Bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan tersebut?

Jawaban kita tersebut sangat bergantung pada bagaimana kita mempersepsikan dunia kita, apa yang kita percayai, nilai yang kita punya, dan pilihan yang kita buat untuk memenuhi kebutuhan kita.

Jadi jika kita belum puas dengan kondisi saat ini, maka ada sesuatu yang kurang pas. Mungkin ada kepercayaan yang kita buat-buat sehingga membatasi kita, atau ada yang kurang pas dalam cara pandang kita melihat segala sesuatu.

Masa lalu sudah berlalu, mari kita jadikan pelajaran.
Masa depan belum terjadi, maka jangan terlalu dikhawatirkan.
Masa kini adalah fokus kita. So, take action and make a difference in our lives.

Semoga bermanfaat.